Senin, 08 September 2014

Roda Kehidupan yang Terus Berputar


Jan Koum, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai "American Dream".

Pada usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket. "Hidup begitu pahit", Koum membatin.

Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dgn tunjangan kesehatan seadanya. Koum lalu kuliah di San Jose University. Tapi kemudian ia memilih drop out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.

Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo!. Ia bekerja di sana selama 10 tahun. Di tempat itu pula, ia berteman akrab dengan Brian Acton.

Keduanya membuat aplikasi WhatsApp tahun 2009, setelah mengundurkan diri dari Yahoo!. Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak. Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka.

Setelah WhatsApp resmi dibeli Facebook dengan harga 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 224 triliun) beberapa hari lalu, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu, saat umur 17 tahun, setiap pagi antre untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antre. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang.. Pelan-pelan, air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu.

Ia lalu mengenang ibunya yang sudah meninggal karena kanker. Ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. "Tak ada uang, Nak...". Jan Koum tercenung. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.

Rezeki datang dari arah dan bentuk yang tidak terduga. Remaja miskin yang dulu dapat jatah makan itu kini jadi miliuner. Roda kehidupan yang berputar, memang luar biasa!

sumber ;  http://www.andriewongso.com/articles/details/12699/Roda-Kehidupan-yang-Terus-Berputar

Peluang Jadi Vlogger Kenamaan



Banyak istilah baru sejak populernya website media sosial. Dan makin ramai sejak YouTube populer. Dari situs berbagi video semacam inilah banyak orang bisa membuat video rutin yang di-upload seperti mengisi blog. Bedanya, cerita yang di-upload dalam bentuk video. Dari sanalah muncul istilah video blog di mana blogger-nya disebut vlogger.

Di sejumlah negara muncul vlogger-vlogger yang dalam waktu pendek tampil menjadi selebriti baru karena videonya dilihat banyak orang. Di Inggris muncul nama Zoella yang begitu populer dengan video gado-gadonya.

Zoella adalah nama populer dari Zoe Elizabeth Sugg yang lahir di Inggris pada 28 Maret 1990. Sejak video pertamanya di-upload ke YouTube Februari 2009 namanya jadi pembicaraan. Videonya bercerita sekitar fashion, kecantikan, dan kehidupan. “Saya anak muda, seorang penulis, dan seseorang yang antusias di segala hal terutama mengenai kecantikan, fashion, dan kehidupan,” ujarnya.

“Saya memilih untuk menulis tentang hal-hal yang saya suka, hal yang telah saya beli, dan opini tentang produk lain pada umumnya. Sejak lama saya menulis di blog dan sedikit orang yang membacanya. Ini sebenarnya mengagumkan karena saya tidak mengharapkan siapa pun menikmati apa yang saya tulis di internet,” ujarnya. Namun setelah beralih ke YouTube ia justru menemukan jumlah pengunjung channel-nya yang begitu banyak. Ia sampai menyebutkan itu sesuatu yang menakutkan. Tetapi lama-kelamaan menikmatinya juga dan menguntungkan. “ Saya telah memiliki hak istimewa untuk menghadiri berbagai acara, uji coba sampel dan bertemu dengan beberapa orang yang benar-benar menakjubkan,” tuturnya. Setelah itu ia jadi orang terkenal. Setiap bulan video-nya di YouTube dilihat sebanyak rata-rata 1,5 juta kali.

Berkat videonya yang inpiratif itu ia mendapatkan sejumlah penghargaan. Tahun 2011 ia meraih Cosmopolitan Blog Award untuk kategori Best Established Beauty Blog. Tahun berikutnya ia meraih award untuk kategori Best Beauty Vlogger. Tahun 2013 ia meraih penghargaan Best British Vlogger dan Radio 1 Teen Awards. Tahun 2014 ia menjadi nominee 2014 Kids' Choice untuk kategori Favourite Vlogger.

Di zaman internet ini makin banyak peluang bagi remaja kreatif untuk menunjukkan kreativitasnya di berbagai hal. Hampir tak ada batasannya. Siapa pun dan di mana pun selama itu mampu, ia bisa menunjukkan prestasinya yang luar biasa ke seluruh dunia. Jadi jangan heran, Zoe yang hari ini berulang tahun ke-24 sudah bisa menikmati ketenarannya dari video-video inspiratif yang ia buat di rumah. Jadi maraknya website berbagi video ini memunculkan peluang baru menjadi vlogger yang akhirnya tak hanya mendatangkan ketenaran tetapi juga memberikan profesi dan pekerjaan.

sumber ;  http://www.andriewongso.com/articles/details/12906/Peluang-Jadi-Vlogger-Kenamaan

Tukang Cukur pun Bisa Memiliki Ratusan Mobil Mewah


Selama mau berusaha dan tahu cara mengembangkan peluang, seorang tukang cukur rambut yang hanya bertarif Rp20.000 sekali potong rambut pun bisa memiliki ratusan mobil mewah. Itulah yang terjadi pada Ramesh Babu.

Ramesh Babu ditinggal meninggal ayahnya tahun 1979 pada saat ia berusia 8 tahun. Sang ayah hanya mewariskan sebuah barbershop pada ibunya. Sang ibu kemudian menyewakannya pada paman Ramesh dengan tarif hanya 5 rupee sehari atau sekitar Rp30.000 sebulan untuk menghidupi dirinya dan tiga anaknya. Namun selain menyewa barbershop itu sang paman mengajari Ramesh memotong rambut hingga akhirnya ia bisa menjadi “tukang cukur” yang mahir.

Tahun 1991 setelah menamatkan sekolah ia menangani sendiri barbershop milik ayahnya di Bangalore, India, dengan mengubahnya menjadi salon khusus anak-anak dan remaja. Ternyata salon itu sukses, sampai-sampai tiga tahun kemudian Ramesh bisa membeli mobil minibus Suzuki Maruti Omni. Mobil itu ternyata tak ia gunakan. Atas saran teman ibunya mobil itu ia sewakan ke sebuah perusahaan.

Bisnis sewa-menyewanya berjalan baik. Hingga tahun 2004 ia sudah memiliki enam mobil yang disewakan ke perusahaan yang sama. Namun tak berapa lama kemudian ia putus hubungan bisnis dengan perusahaan penyewa mobilnya. Tapi ia tak patah arang. Keenam mobil itu ia jual dan hasilnya dibelikan mobil sedan Mercedes yang ia sewakan pada klien kelas atas.

Ternyata bisnis sewa-menyewa mobil kelas atas lebih menarik. Tak berapa lama kemudian ia bisa memiliki tiga tambahan Mercedes dan empat BMW. Setelah itu bisnis sewa-menyewa mobil mewahnya terus menggelinding hingga kini ia bisa memiliki sekitar 100 mobil mewah termasuk Rolls Royce. Penyewanya beragam. Bahkan sejumlah bintang film Bollywood menyewa Rolls Royce dari Ramesh.

Meski sudah memiliki banyak mobil mewah, Ramesh Babu tetap jadi “tukang cukur” di salonnya. Jadi, siapa bilang tukang cukur rambut tak bisa kaya raya. Buktinya, Ramesh Babu bisa membuktikannya karena pintar membaca peluang dan berani berinvestasi di dalamnya.

sumber ;  http://www.andriewongso.com/articles/details/13440/Tukang-Cukur-pun-Bisa-Memiliki-Ratusan-Mobil-Mewah

Mantra Sakti


Alkisah, suatu hari, di sebuah perguruan di puncak bukit, seorang murid yang telah menyelesaikan pelajaran hendak turun gunung mempraktikkan ilmunya di tengah masyarakat. Saat pamit ke gurunya yang terkenal bijaksana, si murid pun meminta wejangan terakhir dari sang guru.

“Guru. Izinkan muridmu berpamitan. Sebelum pergi, murid siap menerima wejangan terakhir dari guru, bagaimana caranya agar muridmu ini bisa sukses dan kelak berguna bagi banyak orang,” mohon si murid dengan hormat.

Sambil tersenyum, sang guru menjawab, “Baiklah. Guru akan menurunkan sebuah mantra sakti agar kamu kelak menjadi sukses. Hapalkan mantra ini: ‘Walbadando Maruskar Silti Lubi’.” Si murid pun langsung menghapalnya dengan cepat.

“Tapi ada TIGA syarat yang harus kamu penuhi agar mantra ini menjadi nyata yaitu, satu: kamu mau bekerja keras, di mana pun dan kapan pun, kedua: tidak boleh mengeluh dalam menghadapai rintangan apa pun, dan ketiga, kamu harus banyak berbuat baik. Jika semua syarat itu bisa kamu laksanakan, maka mantra ini akan mengubah hidupmu. Sekarang pergilah. Sudah cukup ilmu yang kuberikan padamu,” tambah sang guru.

Si murid pun pergi dengan hati senang. Sembari menempuh perjalanan, ia terus menghapal mantra dan berharap keajaiban segera datang dan membuatnya mencapai impian.

Waktu demi waktu pun berlalu. Namun, sebanyak apa pun si murid merapal mantra sakti tersebut, tak ada hal apa pun yang terjadi. Meski agak kesal, ia ingat juga pesan gurunya, bahwa mantra itu hanya akan bekerja jika ia memenuhi ketiga syarat yang diberikan sebelumnya. Maka, si murid pun memilih untuk berkonsentrasi memenuhi ketiga syarat yang diberikan.

Ia bekerja keras di mana pun dan kapan pun. Sehingga banyak orang yang menawarinya pekerjaan. Saat menghadapi kesulitan, ia pun mengingat syarat kedua dari gurunya, yakni tak boleh mengeluh. Selain itu, ia pun mencoba selalu berbuat baik kepada siapa saja.

Setelah sekian lama, pelan tapi pasti, sukses berada dalam genggamannya. Suatu waktu, ia kembali ke daerah dekat tempatnya dulu berguru dan melepas rindu dengan gurunya.

Melihat kedatangan salah satu murid kesayangannya, guru itu pun menyambutnya dengan hangat. “Wahai muridku. Bagaimana perjalananmu selama ini? Apakah kamu sudah mempratikkan semua ilmu yang kuberikan dulu, termasuk mantra sakti itu?”

“Terima kasih Guru, aku sudah menjalankan semua pelajaranmu. Mengenai mantra sakti, maaf guru, muridmu ini justru telah melupakannya,” jawab si murid tersipu.

Sang Guru tersenyum bijak. “Muridku. Guru senang kamu telah mengerti bahwa mantra hanyalah sekadar kata-kata saja. Bukan penentu kesuksesanmu. Yang membuat sukses menjadi kenyataan adalah tiga syarat utamanya: bekerja keras, pantang mengeluh, dan selalu berbuat baik.”

Netter Luar Biasa,

Setiap manusia ingin sukses secara cepat. Karena itu, ketika ada orang atau program yang menawarkan sukses secara instan, banyak orang tertarik. Padahal sejatinya, tidak ada hasil yang diperoleh hanya dengan berpangku tangan. Harus melalui ketiga syarat yang disebutkan tadi yaitu kerja keras, pantang mengeluh dan banyak berbuat baik.

Sedangkan mantra sakti Sang Guru, “Walbadando maruskar silti lubi!” sendiri, merupakan kependekan dari awali bekerja dengan doa dan mau terus berkarya, hasilnya pasti luar biasa!

Mari terus bekerja, pantang mengeluh dan menyerah, terus berbuat baik, landasi dengan doa, maka pintu sukses akan selalu terbuka!

Salam sukses luar biasa!