Selasa, 04 Februari 2014

Environment Effect


Environment (lingkungan) sangat penting artinya bagi kita. Hal inilah yang bakal membentuk pribadi kita di kemudian hari. Kalau tinggal di lingkungan yang negatif, kita akan menjadi jelek. Sebaliknya. Jika kita tinggal di lingkungan yang baik maka kita juga akan menjadi baik.

Mitra bisnis, business wisdom hari ini akan bercerita tentang seorang ibu yang membawa anaknya pindah rumah. Pertama kali dia tinggal di dekat kuburan. Setelah beberapa lama sang anak mengamati bahwa tiap hari ia melihat orang mengubur mayat dan lain-lain. Maka anak tersebut pun bermain-main dengan cara seperti itu. Di rumah pun ia bermain-main dengan hal-hal yang berhubungan dengan kubur. Ibunya sedih melihat perkembangan anaknya yang seperti itu.

Kemudian ia pindah rumah lagi ke dekat pasar. Setelah beberapa saat ia tinggal di situ, sang anak mulai belajar nyopet. Ketika ibunya bertanya, "Lho, kamu kok bisa mencopet dengan cepat?" Si anak menjawab, "Iya, soalnya saya lihat tetangga-tetangga semuanya pintar mencopet. Maka saya ingin belajar nyopet supaya dapat uang cepat." Sang ibu sedih sekali. Ia berpikir lama dan akhirnya diputuskan untuk pindah ke tempat lain.

Akhirnya dibawalah anak tersebut pindah ke dekat sekolahan. Suatu hal yang menarik adalah, anak ini mulai berbicara tentang sekolah, kehidupan sekolah dan tentang ilmu-ilmu yang ada di sekolahan itu. Anak ini bisa cepat belajar membaca, menulis dan lain-lain. Anak ini menjadi anak terkenal. Namanya Mong Tse atau salah seorang filsuf terkenal dari negeri China. Kata-katanya adalah, "Ibu dari anak ini telah pindah tiga kali untuk mendapatkan tempat yang cocok untuk anaknya."

Ini adalah sebuah cerita yang menarik sekali sekaligus menggambarkan bagaimana environment atau lingkungan sekeliling kita begitu penting dalam kehidupan kita. Karena kalau environment kita itu jelek, maka dengan sendirinya kita juga akan jelek. Kalau kita dekat dengan tinta, maka kita akan kena hitamnya. Sedangkan kalau kita dekat dengan sesuatu yang baik, maka kita juga akan ketularan hal yang baik.

Dalam kehidupan bisnis, environment atau kehidupan sekeliling kita itu sangat penting. Kita tidak boleh melupakan siapa yang berteman dengan kita saat ini. Karena hal ini akan membentuk environment, cara berpikir, belajar kita. Kalau sekeliling kita adalah orang-orang yang baik, maka kita akan menjadi baik juga. Kalau teman-teman kita adalah orang yang antusias, maka kita akan menjadi antusias juga. Karena sebetulnya kita semua saling menularkan kebiasaan dan saling memberikan input ke dalam diri masins ? masing.

Cerita ini sangat penting untuk setiap orang. Bahwa kalau ingin menjadi sukses, maka kita harus mencari environment terhadap pekerjaan kita yang baik dan tepat. Teman-teman yang kita cari haruslah yang baik. Kita boleh memilih teman karena kita mempunyai hak untuk itu.

Cobalah mencari teman yang baik sehingga environment dalam bisnis, lingkungan, pemikiran, dan semua dalam kehidupan kita adalah lingkungan yang baik yang membawa Anda lebih cepat sukses.

Demikian inti business wisdom hari ini. Semoga Anda tinggal di lingkungan yang tepat, sehingga menjadi orang yang tepat pula. Kalau lingkungan Anda negatif, berpikirlah untuk mencari tempat yang lebih baik. 
 
 
sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/87/environment-effect/

BRAND Language


Kata sering melekat dengan kuat pada suatu ?Brand?, ketika mendengar ?I love you full? maka langsung kita ingat ?tak gendong? dan Mbah Surip.

Brand language adalah alat untuk memperkuat lekatan ?Brand? kita didalam benak pelanggan. ?Brand Mantra? sering dipakai sebagai alat komunikasi yang kuat. Dari ?Just do it? (Nike), sampai ?Kwalitas bintang lima, harga kaki lima? (d?Cost restoran). Sementara ?Kembali ke Laptop?, kembali mengingatkan kita ke Tukul.

?Luar Biasa?; ?Dahsyat?; ?Tanya Kenapa?, serta berpuluh kata atau kalimat pendek telah membuat ingatan kita lebih cepat terbang pada sebuah ?Brand.?

Brand Mantra haruslah ?catchy?, mudah ditangkap dan mudah diingat, punya keunikan yang khusus, dan terasa ?authentic?. Kalimat panjangpun kalau sangat bagus, mudah diingat orang. ?Muda foya foya, tua kaya raya, mati masuk surga? akan selalu mengingatkan kita akan ?Joger?, yang nyentrik, nyeleneh dan asik.

Dalam kurun pemikiran yang sama, demikian pulan Brand Name, ?Nama? pun jadi kunci dalam banyak hal di dunia bisnis, dari pemilihan merek ?Sony? (dibaca sama diseluruh dunia, dan punya tendensi arti mirip dengan ?anakku?); sampai nama2 bintang. Tukul Arwana (Ryanto), Dorce (Ahmad Ashadi), sampai Freddy Mercuri (Farrokh Bulsara), semuanya memahami kekuatan sebuah nama yang mudah diingat orang dan memberi kesan yang kuat.

Perusahaan besar membayar mahal untuk terciptanya sebuah ?nama? ataupun ?logo? ataupun ?mantra? yang bisa mendongkrak Brand mereka, karena mereka tahu bahwa hal itu akan mempermudah komunikasi promosi mereka.

Dalam perjalanan kita, sam-design memakai ?Creating Wow and Aha? (wow=hebat, aha=tepat guna), dan saya menutup business wisdom dengan ?Sukses untuk anda.?

Apa brand mantra anda?


sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/272/brand-language/

Broken Window Theory

Bila sebuah rumah yang tidak berpenghuni, ada jendelanya yang pecah, dan tidak segera diperbaiki, maka sebentar lagi akan ada maling masuk dan mencuri barangnya, kemudian akan ada orang lagi mengambil perabotnya, dan kemudian ada lagi yang akan mencuri jendela nya, dan kemudian kusen nya pun akan sekalian dicopot, dan seterusnya.


Sebaliknya bila jendela yang pecah itu segera diperbaiki, orang tidak akan berani mencuri karena menganggap bahwa rumah tersebut dijaga dan diawasi orang, dan rumah itu tetap akan dalam kondisi utuh untuk waktu yang lama.

Dalam banyak kehidupan bisnis dan pribadi kita, konsep ini berlaku secara umum dan konsiten. Bila kita memahaminya maka kita akan dapat menggunakannya untuk keuntungan kita.

Bilamana karyawan anda dikantor dibiarkan terlambat 10 menit dari waktu kerja yang seharusnya, maka besoknya ada lagi yang terlambat 20 menit, dan akhirnya semua akan serba terlambah sampai sejam sekalian dan produktifitas terganggu.

Korupsi kecil dibiarkan, menjadi lebih banyak, lebih besar, seperti wabah virus yang menyebar kemana mana, dan setiap kali menjadi semakin besar semakin parah.

Kebiasaan pribadi penundaan kerja, satu hal kita tunda dan biarkan, hal kedua ikut juga, akhirnya seluruh persoalan tertunda semuanya, dan menunda menjadi kebiasaan kita.

Mengatasi persoalan ketika masih belum membesar dan belum menjadi budaya perusahaan akan membuat kerja kita lebih produktip dan perusahaan lebih maju. Memperbaiki kekeliruan pribadi akan lebih mudah waktu persoalan itu masih kecil. Selamat berpikir dan membuat strategi lebih produkip.

Broken window theory dipakai untuk menjelaskan penurunan angka kejahatan di New York. Hal2 kecil, seperti pembersihan dan penertipan grafity dan pembersihan stasiun bawah tanah dipakai sebagai awal penertipan kejahatan disana, yang akhirnya sukses besar.

Keteguhan untuk mau, dan konsistensi dalam menjalankan perbaikan, juga menjadi kunci berhasilnya pemakaian konsep ini dalam management dan kehidupan pribadi. Semoga berguna untuk semua, salam sukses untuk anda.


sumber :http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/276/broken-window-theory/

Nilai "Kerja"


Setiap orang pada umumnya menghabiskan lebih dari sepertiga waktu hidupnya untuk ?bekerja?, entah sebagai wirausaha, karyawan perusahaan besar, penulis, polisi, tentara, politisi, seniman, mengurus rumah tangga, atau apapun yang dikerjakannya.

Apa yang kita dapatkan dari ?bekerja?? Apa hasil atau imbalan dari pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran yang kita berikan untuk kerja kita?

Ada 3 hal yang menjadi dasar dari ?nilai? kerja kita;

1. Upah; Uang, gajih, tunjangan, fasilitas, bonus, dan semua pendapatan yang diperoleh dari kerja tersebut.

2. Kenikmatan; Passion, panggilan, makna kerja, kecintaan akan hal yang kita lakukan, sebuah kepuasan batin yang memeberikan kenikmatan tersendiri karena kita mampu ?melakukannya? dengan baik.

3. Pengakuan lingkungan; Hormat dan cinta dari keluarga, teman2 sejawat, penghargaan orang2 sekeliling kita, pengakuan masyarakat akan hasil karya kita. Penerimaan dan penghargaan dari social structure kita membuat kita merasa kerja yang kita lakukan memberikan harga diri dan pengakuan atas jati diri kita.

Dari ketiga hal itu, buat seseorang menjadi ?tahan? pada pekerjaannya, setidaknya 2 hal harus dapat dipenuhi. Dan dalam kenyataannya, memang kebanyakan orang akan mendapatkan 2 dari 3 hal itu dengan sedikit kompensasi kanan kiri.

Seorang guru atau dosen misalnya, mendapatkan kebahagiaan atas pekerjaannya dan pengakuan hormat dari masyarakat dan keluarga, tetapi secara finansial tidak cukup baik.

Seorang pejabat yang korup mendapatkan uang berlimpah dan pengakuan keluarga dan masyarakat karena kekayaannya tetapi tidak dapat menikmati kehidupan yang bertentangan dengan batinnya.

Pedagang suksespun, kadang sangat kaya dan selalu menikmati kerja lemburnya terus menerus, tetapi keluarganya tidak berbahagia.

Penyair, pelukis, seniman, aktor, mencintai pekerjaannya, tetapi apakah pengakuan keluarga dan masyarakat serta penghasilannya cukup baik, belum dapat dipastikan.

Balance, atau keseimbangan dalam pemilihan kita akan pekerjaan dan berapa banyak waktu, tenaga dan pikiran yang kita curahkan untuk kerja itu, menjadi hak dan pilihan masing2 individu. Karena pada akhirnya hasil adalah besarnya cinta kita akan hal itu dan pengorbanan yang kita lakukan.

Pekerjaan apapun yang kita lakukan, adalah sebuah pilihan, dengan kesadaran dan dengan keyakinan akan apa yang kita lakukan. Berbahagialah buat orang yang bisa mendapatkan ketiganya.


sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/277/nilai-quot-kerja-quot/

Bebek yang memenangkan lottery


Di sebuah Chinese restaurant, Martyn Frost memegang dan mengelus elus sebuah patung Bebek keberuntungan, yang konon bisa membawa rejeki. Malamnya dia membeli lottery, dan besoknya memenangkan hampir satu juta pounsterling (kira2 15 miliar rupiah). Semua orang menyelamatinya dan banyak yang terkagum kagum dengan saktinya si patung Bebek tersebut.

Tidak bisa dibuktikan apakah Frost memenangkan lottery karena memegang patung bebek atau tidak.

Hal2 yang tidak mudah dibuktikan, sering kita percayai sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan kita sendiri. Anda dan saya, secara rasional, pasti yakin sang bebek tidak menyebabkan kemenangan lottery tersebut.?Post Hoc Fallacies?, kesalahan cara berpikir yang menganggap bahwa sesuatu yang terjadi kemudian diakibatkan karena sesuatu yang sebelumnya, walaupun kadang kedua hal itu tidak berhubungan.

Bilamana sudah tiga kali terjadi, setiap anda mengusap usap hidung anda sambil bilang, sim sala bim, dan hujan turun, maka anda akan percaya hal itu, dan pada saat kemudian akan yakin bahwa mengusap hidung sambil mengucap mantra sim sala bim, adalah jalan untuk membuat hujan turun. Walaupun sebenarnya ketiga kali terjadinya hal itu hanya kebetulan, dan tidak akan terjadi pada keempat kalinya lagi.

Kita sering berpikir bahwa dua kejadian adalah sebab akibat, karena otak kita selalu berusaha menghubungkan dan merasionalkan beberapa kejadian. Hal ini sering membawa kita pada kepercayaan akan ?ajimat?, hokkie, ataupun sebuah kejadian (misalkan mimpi digigit ular), dan sebaliknya sering menyalahkan sesuatu kalau ada yang negatip (berjalan dibawah tangga, lantai 13), sebuah pencarian kambing2 berwarna hitam.

Kita mengambil kesimpulan dengan tiga hal: Heart (Hati, emosi) , Head (Kepala, otak, rasional) , Gut (Nyali, keyakinan). Ketika kita tidak mampu memakai otak rasional kita, maka kita akan bergeser memakai emosi ataupun nyali kita.

Sering orang menanyakan pada saya, ?Pak, apa rahasianya supaya kita bisa sukses??, yang sering membuat saya tersenyum, sepertinya saya bisa menjawab dengan ? Peganglah bebek keberuntungan itu?; atau ?Belilah Lottery.?; atau ?Carilah pohon sakti dipuncak gunung, duduk dan berdoalah disana meminta suksesmu.? Rahasia sukses adalah: ?Tidak ada rahasia sukses.?

Pada buku ?Outliers?, Galdwell mencoba memudahkan kesuksesan dengan dua hal: Kerja keras melatih keahlian kita secara terus menerus, memperbaiki kemampuan kita supaya jadi ahli, minimal dengan 10.000 jam. Dan mencari kesempatan yang menguntungkan secara terus menerus. Singkatnya, kerja keras yang benar, dan pemanfaatan kesempatan.

Tetapi kalau kita mau lebih rasional, kedua hal itu saja tidaklah cukup. Selalu banyak elemen yang harus tepat, untuk seseorang mencapai kesuksesan. Keahlian khusus, kesempatan, passion, kesesuaian kerjanya dengan trend, network yang dimiliki, softskill, timing, detail tindakan, dan seterusnya. Ada begitu banyak hal yang harus dilakukan dengan benar, dan ada begitu banyak elemen lainnya juga dari luar yang ?pas?, untuk sukses.

Yang dapat kita kerjakan adalah melakukan yang terbaik pada pekerjaan yang kita sukai, jeli dalam mencari kesempatan yang ada dan selalu memperbaiki diri dan belajar tanpa henti. Mulai dari hal yang kecil, bangun kesuksesan atas kesuksesan kecil sebelumnya. Jangan putus asa, terus berupaya. Karena sukses bukan terjadi karena sebuah patung bebek saja.


sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/278/bebek-yang-memenangkan-lottery/

Sweet, Sexy and Cute.


Pertanyaan sederhana ini saya lempar pada FB; Mengapa kita menyukai sesuatu yang manis (cokelat), wanita yang sexy (atau lelaki yang tampan), dan sesuatu yang lucu (anak kecil) ? Ketiga jawabannya sama, yaitu karena Darwin, maksudnya, dapat dijelaskan dengan teori Evolusi nya Darwin. Kata kuncinya ?survival?, mempertahankan hidup untuk kelangsungan kehidupan species di bumi ini.

Salah satu penyakit terbanyak sekarang adalah diabetes, gula yang terlalu banyak. Mengapa kita suka akan manis? Chocolate yang enak, es campur yang nikmat, sampai dengan gudeg dan teh juga paling enak kalau manis. Sebenarnya semua rasa: manis, asin, kecut, pahit, itu diciptakan di otak manusia. Glukosa itu ada dalam makanan kita, di jaman dulu dibutuhkan glukosa untuk mensuplai energi untuk badan kita. Jadi kita butuh energi untuk hidup. Maka secara biologis, tubuh kita membuat kita suka akan manis, karena disana ada sumber energi yang kita perlukan untuk ?survival?.

Sedangkan sexy, adalah sebuah cara alam untuk membuat kita mau untuk membuat keturunan, sesuatu yang dibutuhkan untuk ?survival?nya ?species? manusia. Dibutuhkan untuk berkembang biak. Kalau anda lihat monyet menyukai monyet lainnya, anjing mengejar betinanya, hal ini juga untuk sarana reproduksi.

Lucu, apa faedahnya? Bayangkan kalau anda tidak ?suka? memelihara anak anda? Bagaimana ?survival? nya? Orang tua harus berkorban besar untuk menjaga anak sejak bayi, malam yang tidak tidur, kerepotan mengganti popok berulang ulang, dan kecapekan menggendong. Kalau kita tidak ?dibuat? suka, maka betapa sengsaranya kehidupan. Maka, manusia secara evolusi dibuat untuk menyukainya, sehingga beban terasa ringan dan menyenangkan. Bahkan riset baru menunjukkan seorang ibu ?menyukai? bau dari keringat/popok anaknya tetapi tidak menyukai punya anak orang lain.

Problemnya, jagad semesta membuat kita menyukai manis, tetapi manusia menciptakan manis yang berlebihan, sehingga kita mengkonsumsi jauh lebih banyak gula dari yang dibutuhkan. Begitu juga dengan sexy dan lucu. Pembuatan boneka yang lucu pun, membuat kita suka, karena kemiripan boneka itu dengan anak kita, membuat kita juga punya empati dan perasaan sayang pada boneka. Sesuatu yang berlebihan selalu membuat hal yang tidak baik, begitupun dengan ketiga hal diatas. Bagaimana kita dapat menjaga keseimbangan kita jadi penting untuk membuat hidup kita lebih baik lagi.

Teori Evolusi memberikan banyak jawaban pada perkembangan bumi kita, termasuk tentang bagaimana wana kulit manusia berbeda. Orang Afrika hitam, orang Eropa putih, orang Asia cokelat. Sebenarnya kita berasal dari nenek moyang yang sama. Tetapi karena letak geografi dunia yang berbeda, kita dalam jangka jutaan tahun mengalamai perubahan pelahan lahan. Orang yang tinggal dekat katulistiwa terkena sinar matahari yang lebih keras, sehingga pigmen pada kulit kita berevolusi secara berbeda dengan yang tinggal dekat kutub. Dalam jangka panjangnya kita beradaptasi menyesuaikan diri pada iklim sekeliling kita. Ini dapat dipakai menerangkan bahwa walaupun warna kulit kita beda, pada jutaan tahun lalu sebenarnya kita adalah satu asal muasal.


sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/279/sweet-sexy-and-cute/

The Innovator?s DNA


Apa yang membuat seseorang bisa menjadi inovator? Riset tujuh tahun yang dilakukan Jeffrey H.Dyer, Hal B. Gregersen dan Clayton M. Christensen terhadap 25 innovative entrepreneurs, dan survey pada lebih dari 3000 orang memberikan pencerahan yang menarik.
Dicovery skills adalah kemampuan ?menemukan? sesuatu yang inovatif, dan menjadi bagian dari prilaku dan DNA dari para inovator. Riset menunjukkan bahwa ada 5 hal yang selalu dilakukan oleh para inovator seperti Steve Jobs (Apple), Michael Dell (Dell Computer), Pierre Omidyar (eBay), Jeff Benzos (Amazon), Herb Keleher (Southwest Airlines), Niklas Zennstrom (Skype) dan lainnya.
Discovery Skill 1: Associating. Kemampuan untuk menyambungkan hal2 yang kelihatannya tidak mempunyai hubungan sama sekali menjadi sesuatu yang baru. Menurut Steve Jobs, ?Creativity is connecting things?. Menggabungkan idea dengan apa yang kita lihat, dan teknologi yang sedang muncul. Steve menggabungkan kecintaannya akan kaligrafi, konsep meditasi di India, dan perhatian akan detail dari Mercedes-Benz, ditaruh diatas teknologi yang mutakhir dan design yang elegan.
Fenomena ini disebut ?Medici Effect?: Di Florence Italy, pada jaman tersebut Medici Family berhasil mengumpulkan para pelukis, pemahat, arsitek, filsuf, dan orang2 hebat lainnya dari berbagai ilmu, maka berkembanglah menjadi jaman Renaisance, era paling banyak penemuan dan kemajuan pada sejarah dunia.
Discovery Skill 2: Questioning.Peter Drucker selalu mengatakan bahwa yang tersulit bukanlah mencari jawaban yang baik dan benar, tetapi mendapatkan ?pertanyaan yang tepat?. Para inovator selalu mempertanyakan keabsahan sebuah hal yang mapan, dan punya gairah besar untuk merubah dunia. Pertanyaan yang menabrak tembok2 batas yang diciptakan oleh benak kita sendiri, dan mencoba berpikir secara terbalik.
Pertanyaan kunci yang sering dipakai sebagai awal explorasi adalah ?Why?, ?Why Not??, dan ?What If??; Ketika pada manager memikirkan bagaimana menekan beaya 5% dengan melakukan outsorucing dan efisiensi, maka para inovator memikirkan bagaimana membuat perangkat ini bisa dikecilkan ukurannya menjadi setengah, menambah fiturnya menjadi tiga kali, dan menjualnya sepuluh kali lebih mahal.
Dahulu ketika perusahaan lain membebankan beaya kotak surat elektronik dengan ukuran 10 MB, inovator membuat kotak elektronik 100 kali lebih besar dan sistem email yang lebih baik, dan diberikan gratis kepada semua orang.
Discovery Skill 3: Observing.Observasi yang sangat detail pada kehidupan kadang mampu menelorkan idea baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Scott Cook mengawasi betapa sulitnya istrinya mengatur catatan keuangan, frustari akan angka dan metode yang hanya dimengerti oleh para akuntan saja. Sepulang melihat komputer Apple Lisa, dia memikirkan mengapa tidak ada software dengan grafis yang mudah dimengerti untuk mengatur pembukuan? Lahirlah Quickbook yang merevolusi software sistem akutansi dan sukses besar.
Sering seorang pimpinan menjadi lepas dari ?dunia nyata? dan tidak lagi mau melihat dijalan dan dilapangan. Inovator justru menemukan banyak idea karena sering mengawasi secara langsung apa yang dialami dan terjadi pada pelanggannya. Filosofi Toyota ?genchi genbutsu?, pergi kelokasi melihat sendiri, ditanamkan pada kultur perusahaan.
Tinggal di sebuah tempat asing, terutama di luar negeri, juga menambah wacana orang akan kemampuan berinovasi. Produk, proses, bisnis, kultur, kebiasaan, cara hidup yang bervariasi membawa orang pada pemahaman baru yang menghasilkan pemikiran yang berbeda dengan mereka yang selalu tinggal pada tempat yang sama.
Discovery Skill 4: Experimenting.Experimen membuat kita lebih cepat melihat reaksi pelanggan, membuat kita berinteraksi dengan pelanggan dan pemakai, membuktikan akan bisa atau tidaknya sebuah idea dijalankan. Dalam riset produk pun Edison berkata: ?Saya bukannya gagal, tetapi berhasil membuktikan 1000 bahan yang tidak dapat dipakai untuk itu?. Sebuah optimisme dan kemauan untuk terus mencoba dan bereksperimen.
Amazon mencoba berbagai model untuk pembaca buku dan akhirnya menelorkan pembaca elektronik ?Kindle? yang sekarang sukses luar biasa. Jeff Besoz selalu menyarankan pada eksekutip nya untuk bereksperimen mencoba sesuatu yang baru, karena tanpa percobaan dan kegagalan yang berulang tidak mungkin dilahirkan sebuah inovasi yang sukses.
Discovery Skill 5: Networking.Kalau para manager memelihara network untuk memacu penjualan dan bernetwork dengan partner yang mendukung bisnisnya, maka para inovator justru bernetwork dengan orang2 yang berbeda latar belakang dan pandangan hidupnya untuk memetik idea dan pemikiran mereka dan dileburkan kedalam pemikirannya. Orang2 dengan latar belakang dan pemikiran yang berbeda akan mengasah idea dan pendapat kita menjadi lebih beda dari yang yang ada di market.
Michael Lazaridis menemukan idea Blackberry pada sebuah konferensi teknologi pada 1987, ketika pembicara menceritakan sistem wireless yang didesign untuk Coca cola. Telah terlalu banyak penemuan hebat yang ditemukan pada industri2 yang lain; kita akan jauh lebih mudah memetik dan mengadaptasinya dan menggabungkan dengan bisnis kita dan menghasilkan inovasi yang yang baru. Jaringan persahabatan memudahkan kita bertemu dengan orang2 yang ahli pada bidang2 lain tersebut.
Untuk sedikit menguji keabsahan hasil riset diatas secara imaginatif cobalah bayangkan ada 2 orang kembar yang memiliki intelegensia dan bakat2 yang sama. Mereka berdua diberi tugas yang sama untuk dalam sebulan dapat menemukan idea bisnis yang baru dengan sumber daya yang ada.
Dalam sebulan, mana yang akan lebih berhasil, yang satu mengurung diri dan mencari idea dalam benaknya, ataukah satunya, yang (1) berbicara dengan para ahli, teknisi, pelanggan, pemusik, dan pemahat dan pebisnis sukses lainnya, (2) mengunjungi dan mengawasi pabrik2 dan tempat2 bisnis yang sukses, (3) mencoba produk2 kompetitor yang baru diluncurkan dipasar dan membawanya kepada teman2nya menanyakan fitur apa yang menarik dari produk itu, (4) membuat prototype produknya secara sederhana, dan (5) selalu menanyakan ?Bagaimana kalau ini dirubah??, ?Mengapa tidak mungkin??, ?Bagaimana kalau kita coba cara baru ini??
Para inovator terbukti menghabiskan waktu jauh lebih banyak pada kelima kegiatan ini dibandingkan orang lain dan mempu menggali sukses dari hal tersebut. Kelima kebiasaan kunci ini dapat dipelajari dan dilatih oleh setiap orang yang mau menjadi lebih inovatif. Dibutuhkan ketekunan dan kecintaan yang dilakukan secara terus menerus untuk dapat membuat hal ini menjadi sebuah bagian dari kebiasaan hidup kita.


sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/281/the-innovator-s-dna/

Automatic brain dan Thinking brain.


Pada sebuah acara pesta dirumah teman, ditengah meja ada piring besar berisi kacang. Setiap tamu yang datang sambil menunggu acara memakan kacang terus menerus. Walaupun makanan yang enak nanti datang dan kacang tidak baik karena membuat kenyang sebelumnya dan tidak sehat, tetap saja semua memakannya. Salah seorang tamu, tiba2 mengambil piring kacang itu dan memasukkan kedalam dapur sehingga tidak ada yang bisa mengambil lagi. Menariknya, teman2 yang lain malah merasa lega, dan berterimakasih padanya.

Hasil riset menunjukkan bahwa manusia sangat mudah terpengaruh oleh keadaan yang ada disekelilingnya. Bila ada buah mangga di kulkas tidak ada yang mau memakan, tapi kalau sudah dikupas dipotong2 ditaruh dimeja makan, sebentar habis. Kalau ada popcorn disamping sambil menonton, berapa banyakpun akan habis.

Manusia memiliki dua cara berpikir: Automatic, dan Thinking brain. Automatic brain: Otak kita ini secara otomatis meresponse sesuatu tanpa berpikir, ada makanan enak kita makan terus, ada wanita cantik atau lekaki setampan F4, kita menoleh terus, badan kita gatal langsung kita garuk. Semua ini kita kerjakan ?tanpa berpikir?. Sebaliknya kalau anda ditanya 115 x 27 berapa, nah anda mulai memakai Thinking brain.

Kita lebih mudah terpengaruh oleh Automatic brain kita, yang mengandung unsur intuisi, perasaan, perkiraan, dan bertemperamen. Sementara Thinking brain kita sering terlambat atau mengalah pada Automatic brain kita.

Oleh sebab itu kita mempercepat jam tangan kita dengan 15 menit, supaya begitu kita merasa terlambat, kita segera tergesa gesa. Padahal Thinking brain kita sebenarnya mampu mencerna waktu perjalanan dengan baik, tetapi lebih mudah untuk merasa terkejut dan segera tergopoh gopoh daripada harus berpikir dengan cermat.

Quiz yang saya post pada Wall kemarin:

1. Bila harga jas mahal dan dasi murah adalah 110 $, dan beda harga antara keduanya adalah 100 $, berapa harga dasi?

2. Bilamana 5 orang dalam 5 menit dapat membuat 5 boneka, berapa lama waktu dibutuhkan untuk 100 orang membuat 100 boneka?

3. Bila ada jamur didalam gelas, setiap hari volumenya lipat dua, dan pada hari ke 22 gelas penuh, pada hari keberapakah gelas terisi setengahnya?

Bila diminta menjawab dengan cepat, pada umumnya orang memakai Automatic brain nya dan menjawab dasinya 10 $, waktunya membuat boneka 100 menit, dan jamur mencapai setengah gelas pada saat 11 hari. Tetapi kalau anda hitung dengan benar, anak SMA pun (atau SMP?) bisa menghitung bahwa sebenarnya yang benar adalah 5 $, 5 menit dan 21 hari. Haha, jadi bila anda salah, anda normal, sebaliknya kalau anda benar tidak perlu merasa bangga dan meminta hadiah, haha.

Kalau kita berbicara dengan bahasa induk kita, Bahasa Indonesia, maka kita memakai Automatic brain, tetapi kalau harus memberi selamat dalam Bahasa Inggris, kita harus berpikir sambil bicara, nah itulah Thinking brain kita.

Perperangan antara Automatic brain dengan Thinking brain terjadi pada saat weker anda berdering pada pukul lima pagi, dan anda matikan sebentar, untuk sedikit tidur lebih panjang. Snooze 10 menit, bangun lagi, tidur lagi, bangun lagi, tidur lagi, dan akhirnya bangun pada jam enam.

Dengan mengetahui perbedaan ini kita bisa lebih jernih untuk menyusun strategi tindakan kita untuk keuntungan kita sendiri. Pemanfaatan Automatic brain: Makanlah dengan piring yang lebih kecil dan porsi yang lebih sedikit, jauhkan cokelat Lind yang enak itu dari ranjang kita, tempatkan banyak buku dan agenda kerja anda disebelah ranjang. Sebaliknya untuk mengambil keputusan penting, kita jangan terlalu mudah memutuskan, pakailah Thinking brain sebelum mengambil keputusan.

sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/280/automatic-brain-dan-thinking-brain/

Representative Bias.


Kita selalu memikir bahwa otak kita sangat ?adil? dan ?bijaksana?. Ternyata banyak kesalahan dalam intuisi kita, baik dalam perhitungan dan anggapan, ataupun dalam memilih dan menetapkan tindakan. ?Representative bias? adalah salah satu kekeliruan berpikir yang sering terjadi dalam kehidupan kita.

Mengapa kalau memilih kunci untuk membuka pintu, baru yang terakhir yang benar? Mengapa kalau kita baru mau menjual rumah kita dan memasang banner ?Ray White? atau ?Era?, tiba2 terasa ternyata disekitar rumah kita banyak juga yang dijual? Mengapa kalau kita baru membeli mobil baru merek tertentu, tiba2 terasa dijalan ternyata banyak sekali mobil dengan model yang sama? Mengapa begitu banyak terjadi pembunuhan akhir2 ini? Pada pelemparan koin, kepala atau ekor, setelah 4 kali kepala, apakah kemungkinan keluar berikutnya?

Pertama, alasannya adalah ?Attention? atau ?Perhatian?, kalau kita mulai memperhatikan sesuatu maka hal itu akan seolah olah muncul lebih sering dan lebih banyak kali. Waktu anda membeli Mont Blanc ballpoint, anda melihat banyak teman atau pelanggan anda memakai bolpen yang sama karena sekarang anda lebih memperhatikan bolpen orang lain. Hal yang menjadi perhatian kita akan membuat produk itu lebih melekat pada otak kita dan kita ingat selalu.

Kedua adalah, kelemahan otak kita mengingat hal yang sederhana dan umum, selalu hanya mengingat yang ?mencuat?, yang ?luar biasa?. Seuntai kunci, mungkin sering pula anda memilih yang pertama sudah terbuka, tetapi hal itu anda lupakan, yang sering anda ingat adalah betapa jengkelnya anda mencoba kunci ke 7 baru bisa membuka pintu tersebut. Hal yang khusus akan teringat lebih dalam, setelah waktu yang lama, seolah olah kita jauh lebih sering mengalami hal itu walaupun sebenarnya tidak sering.

Kedua hal diatas mengakibatkan ?representative bias?, atau ?kekeliruan karena adanya kemiripan kejadian yang teringat, karena adanya angka representasi dari kejadian yang sama atau sejenis?. Orang yang pernah digigit anjing sekali akan selalu takut pada anjing dan menganggap anjing itu berbahaya. Orang yang pernah ditipu oleh orang asing, akan menganggap semua orang asing penipu.

Ketika ditanya mana yang lebih banyak terjadi, orang meninggal akibat ?pembunuhan?, atau meninggal akibat ?bunuh diri?, orang menganggap lebih banyak pembunuhan karena semua pembunuhan masuk koran, sedangkan bunuh diri tidak. Padahal data menunjukkan bunuh diri lebih banyak dua puluh kali lipat daripada pembunuhan. Ya, dua puluh kali lipat.

Hal yang sering kita temui, atau yang kejadiannya luarbiasa, kita anggap hal itu sering terjadi dalam kehidupan ini, baik terjadi pada kita atau pada orang lain. Kalau kita merokok, maka kita akan merasa kebanyakan orang merokok. Kalau seorang anak lelaki memakai anting2 maka dia akan lebih sering ?melihat? orang yang juga memakai anting2.

Hal yang luar biasa kita ingat, dan sering kita salah dalam memprediksi waktu kapan terakhir hal itu terjadi. Kita kira kita telah mem back-up data komputer kita enam bulan lalu, padahal sudah dua tahun tidak kita back-up. Terakhir kita check up kesehatan sudah empat tahun lalu, tapi rasanya baru saja. Ini karena kejadian seperti back-up data, dan check up kesehatan adalah kejadian besar yang selalu teringat.

Pada pelemparan koin, kita tahu berapa kalipun keluar ekor pada sebelumnya, kalau koinnya normal, maka kemungkinan kemudian adalah 50 ? 50, tetapi orang cenderung menganggap akan berubah setelah empat kali berturutan keluar ekor. Ini karena kita tahu bahwa kemungkinan nya adalah 50-50 dan bila sudah 4 kali keluar ekor, maka untuk berikutnya sangat lebih mungkin kepala. ?Gambler?s Fallacy? adalah salah satu ?Representative bias?.

?Representative bias? diketemukan oleh pemenang hadiah Nobel, Amos Tversky dan Daniel Kahneman, dan dijabarkan dalam bukunya Heuristic and Bias.

sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/282/representative-bias/

Dilema


Experimen pemikiran: Kereta api, Dokter dan Penyakit Epidemik.

Dilema pertama: Anda adalah pengawas stasiun dan berada di ruang kontrol, tiba2 anda lihat ada kereta api tidak terjadwal datang dengan cepat, di jalur kereta tersebut, ada 5 orang, kalau anda biarkan 5 orang pasti akan mati tertabrak, tapi kalau anda pindahkan switch jalur kereta, maka kereta akan pinda ril, dan hanya ada 1 orang disana yang akan meninggal. Apakah anda pindahkan jalur kereta?

Dilema kedua: Ada 5 orang butuh organ tubuh yang berbeda2, dan kalau tidak bisa mendapatkan dalam 2 hari, maka kelimanya akan meninggal. Tiba2 ada seorang pengemis mabuk yang pingsan dan dibawa kerumah sakit anda, dan organnya dapat menyelamatnya 5 nyawa, tapi pengemis ini akan meninggal dunia. Akankah anda lakukan operasi penyelamatan 5 nyawa, atau anda biarkan 5 orang itu meninggal saja?

Dalam riset ini dianggap keputusan anda tidak melanggar hukum, dan anda dibebebaskan dari segala tuntutan hukum apapun. Tetapi anda tidak dilepas dari pemikiran moral dan etika.
Dari riset di dapat bahwa pada kasus pertama lebih banyak orang setuju untuk memindah jalur kereta api. Menyelamatkan nyawa 5 orang lebih baik daripada membiarkan orang 5 meninggal. Walaupun harus mengorbankan satu orang. Maka lebih bayak yang setuju untuk memilih memindah jalur kereta.

Pada kasus kedua, lebih banyak orang tidak setuju "membunuh" satu orang, walaupun pengemis (apalagi kalau teman atau keluarga anda!), padahal itu akan mampu menyelamatkan 5 nyawa dengan pasti. Tentu kita bisa menambah kompleksitas masalah dengan mengatakan dari 5 orang itu ada seorang penting, atau family. Secara umum orang2 lebih banyak yang tidak setuju untuk mengorbankan nyawa orang lain.

Padahal hal diatas adalah hal yang mirip satu dengan lainnya. Tetapi kita menjadi sensitive karena kita diminta melakukan sebuah keputusan moral dan etika yang sulit.

Kehidupan ini jarang hitam dan putih, sering banyak warna ke abu2an yang tidak mudah dita putuskan dalam hidup ini. Dan sering2 perasaan punya pengaruh besar walaupun secara rasional kita akan mudah memutuskan ia atau tidaknya. Dalam kedua kasus, jelas 1 versus 5 nyawa. Tapi banyak orang akan "membiarkan saja", karena mereka bingung akan pilihan tindakan yang tepat dan benar. Padahal jelas membiarkan membuat kita menjadi memilih pilihan kedua.

Dalam keputusan yangs sulit, kebanyakan orang akan berusaha "lari" dari pilihan. Sehingga keluarlah jawaban sebaiknya diselamatkan semua, dengan segala macam kemungkinan yan ada. Hasilnya kita sering menunda keputusan kita. Dan lebih buruk lagi sering kita menjadi "membiarkan" hal yang lebih buruk terjadi karena kita tidak dapat mengambil keputusan dengan tegas dan cepat.


Untuk persoalan yang sama dengan alternatif yang sama pun, penyajian pun menjadikan pilihan menjadi berbeda? Tversky dan Kahneman pada 1981 melakukan percobaan yang disebut "Asian Desease" (saya rubah menjadi penyakit di Afrika pada wall FB saya)

Ada penyakit menular yang epidemik di sebuah dusun kecil di Asia, 600 orang terjangkit. Hanya ada 2 alternatip: Bila dipakai Program A, pasti akan selamat 200 orang. Bila dengan program B, ada 1/3 (33.33%) kemungkinan akan selamat semua, dan ada 2/3 (66.66%) kemungkinan akan meninggal semua. Pertanyaan ini ditanyakan pada sekelompok orang untuk memilih program A atau B.

Hasil riset menunjukkan 72% orang memilih A, sebuah kepastian akan selamatnya 200 orang, yang dianggap lebih baik dari pada ketidak pastian pada Program B.

Anehnya, ketika pada kelompok orang yang berbeda ditanyakan hal ini dalam bentuk yang berbeda:
Ada penyakit menular yang epidemik di sebuah dusun kecil di Asia, 600 orang terjangkit. Hanya ada 2 alternatip: Program C, 400 orang pasti akan meninggal, atau Program D, 1/3 kemungkinan semua tidak ada yang meninggal, 2/3 kemungkinan akan meninggal semua. Mana yang anda pilih?

Ternyata hal yang isinya persis sama, mempunya hasil yang menarik, sekarang 78% orang memilih D. Bukankah A sama dengan C, dan B sama dengan D? Mengapa orang menjadi lebih berani "beresiko" pada D? Penyajian pasti gagal pada C membuat D lebih menarik, sedangkan kepastian pasti Sukses pada A lebih disukai daripada ketidak pastian B.

Decision under uncertainities, keputusan pada saat tidak pasti, selalu terjepak pada bias bias yang secara logika terasa aneh, tetapi pemahaman akan membuat kita mengerti, dan bahkan mampu memanfaatkannya untuk kepentingan kita.

sumber :
http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/283/dilema/

Solusi 10 Menit.


Ada sebuah riset yang dilakukan pada para dokter, yang dibuat sebagai sebuah studi kasus tentang psikologi keputusan dan reaksi. Kasusnya adalah pasien yang telah lama tidak sembuh dan butuh operasi, dokter diberitahu bahwa sang pasien harus dioperasi sore ini, dan semua persiapan telah siap. Siang itu tiba2 sang dokter tahu bahwa ada satu obat yang belum pernah di cobakan dan sangat mungkin akan mampu menyembuhkan tanpa operasi. Pertanyaannya, apakah dokter mau mencoba obat itu dulu dan membatalkan operasi? Ternyata hasinya adalah 47% bilang akan menunda operasi dan mencoba obat tersebut.

Nah, pada doker2 lain diberi kasus mirip, tetapi diberitahu bahwa siangnya tiba2 sang dokter tahu bahwa ada dua obat yang mungkin bisa menyembuhkan. (Ada dua macam obat, tapi tidak boleh dimakan bersamaan, jadi harus dicoba salah satu dulu. Dianggap tidak ada keterpaksaan untuk segera melakukan operasi.) Apakah sang dokter akan membatalkan operasi dan mencoba salah satu dari obat itu dulu? Ternyata hanya 28% dokter saja yang mau membatalkan operasi, dan mencoba memakai obat dulu.

Ini sebuah paradox, ketika lebih banyak pilihan, malah bingung, dan tendensikan menjadi tidak mau memilih. Riset membuktikan ketika kita memiliki lebih banyak pilihan, kita bingung untuk memilih, dan kalau kita tidak mau "pusing" memikirkan, maka kita biarkan saja semua berjalan seperti rencana semula.

Dalam riset lain, dibuat sebuah stand penjual selai di supermarket. Diadakan demo dengan 26 macam rasa selai, pengunjung dapat mencoba dan membeli. Ini dibandingkan dengan demo pada tempat yang sama dan hanya dengan 6 macam selai. Ternyata penjualan pada yang 6 macam selai malah 3 kali lipat lebih banyak daripada yang 26 macam (dengan waktu dan keadaan yang mirip, dan produk yang sama). Ketika terlalu banyak pilihan kita malas memilih, kita bingung mau yang mana, dan jadinya malah tidak jadi membeli.

Ketika kita berkeinginan membersihkan dapur atau rumah kita yang sudah lama tidak rapi, kita bingung memulai dari mana, karena begitu banyak yang bisa kita kerjakan. Begitu juga ketika kita mau membenahi taman rumah kita yang terbengkelai. Atau ketika kita mau memulai lagi mengawali bisnis baru. Juga ketika kita mau memulai lagi upaya ber-network dengan danyak teman2 lama yang terputus. Juga pada saat kita mau start membaca buku2 bisnis. Semua ini memberikan "kesulitan mengawali" yang membingungkan untuk mulai dari yang mana. Akibatnya kita memilih menunda saja. Sehingga menjadi kebiasaan menunda yang merugikan.

Semua pekerjaan besar lebih mudah diselesaikan dalam pilahan pilahan kecil. Tujuan kita lebih terasa mudah kala target kita jelas dan singkat. Jadi solusinya adalah mengurangi pilihan, memulai dengan hal kecil, atau memberi batas waktu. Sesuatu yang "kecil" akan lebih mudah dilakukan, yang langsung berupa langkah nyata dan tidak membutuhkan investasi waktu atau uang atau sumber daya lain yang besar.

Nah, inilah "Solusi 10 menit" untuk penyakit lama yang ada di kita, termasuk saya, penyakit selalu menunda nunda melakukan sesuatu. Procrastination.

Nyalakan alarm timer anda, set 10 menit. Janjilah pada diri anda, saya hanya perlu mengerjakan 10 menit saja. Kalau sudah 10 menit saya bisa berhenti, dan boleh meneruskan kalau mau, tanpa pemaksaan.

Lalu kerjakan apa yang sudah anda tunda lama tersebut. Misalkan membersihkan dapur. Mengatur kembali kamar tidur. Menulis puisi yang sudah lama tidak kita lakukan. Atau, membersihkan kantor anda yang sudah lama amat sangat tidak teratur.

Membatasi 10 menit membuat kita punya instruksi tegas dan jelas yang mudah dilakukan. Begitu juga dengan bernetwork, tentukan senin ini, 2 minggu sekali, menemui 1 teman lama, siapapun, untuk makan siang. Sebuah instruksi mudah yang ringkas, akan membuat kita lebih mau untuk melaksanakannya dari pada banyak alternatip yang tidak jelas.

Nah, riset menunjukkan 10 menit ini, atau 5 menit, atau 15 menit, akan lebih mudah memacu kita mematahkan penundaan penundaan kita pada pekerjaan yang sudah lama ingin kita lakukan. Selamat mencoba, dan salam sukses untuk anda.

sumber :
http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/284/solusi-10-menit/

Kera Dan Anggur


Ada percobaan pada kera, yang secara natural ternyata menyukai anggur. Otak kera dipasang perangkat untuk melihat efek stimulasi nya terhadap anggur.

Ketika melihat anggur, otaknya sangat terstimulasi, apalagi ketika anggur didekatkan padanya, dan kemudian dipegangnya, dan siap dimakan. Gelombang frekuensinya meninggi, terus naik, terus naik, tetapi yang menarik ternyata ketika sudah mengunyahnya, malah efeknya menurun.

Secara ringkas dapat diartikan, kera merasa lebih termotivasi dan terstimulasi ketika "mengejar" anggur, dari pada ketika "memakannya".

*As motivator,DESIRE is more powerful than FULFILLMENT. The pursuit of pleasure is often more facinating than the pleasure itself. It was not just the consumption, but also the anticipation is creating happiness*


Pengejaran terhadap sebuah kenikmatan sering terasa lebih nikmat daripada ketika menikmati hal tersebut.

Imaginasi kita lebih kuat dari pada kenyataan yang ada, mimpi kita lebih indah daripada hal yang sebenarnya. Warna nya lebih indah dari aslinya. Keinginan kita terasa lebih kuat dan terasa lebih memotivasi daripada ketika sudah mendapatkannya.

Dalam kehidupan kita sering kita lihat, pengejaran yang menggebu gebu, terasa menjadi hambar ketika mendapatkannya, yang terasa "hanya begitu saja". Baik mobil baru, bonus uang, untung besar, kenaikan jabatan, rumah baru, pendidikan tinggi, istri cantik, suami kaya, dan seterusnya.

Pengejaran hanya akan menghasilkan pengejaran berikutnya, yang tidak ada habisnya. Mungkin kita harus belajar bersyukur dan menikmati apa yang telah kita punyai.

Salam persahabatan untuk semua teman.

sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/285/kera-dan-anggur/

Tersenyum


Senyum Monalisa ketika dimasukkan kedalam program komputer pengenal wajah yang canggih, diartikan memiliki makna 83% bahagia, 9% jijik, 6% takut, dan 2% marah. Sebenarnya apa makna sebuah senyum? Dan mengapa manusia tersenyum?

Senyum bisa punya sejuta makna, tetapi sebenarnya apa manfaat senyum? Pada dunia hewan, menarik ujung bibir biasanya bermakna akan melakukan penyerangan, pertanda menantang, dan tanda agresi. Mengapa berbeda pada manusia?

Proffessor John J.Ohala, dari Berkeley, memberikan jawaban yang mengejutkan, ternyata manusia tersenyum pada awalnya bukanlah karena penampilan, tatapi karena suara. Ketika kita tersenyum dan berbicara maka suara kita menjadi lebih tinggi, yang ternyata menandakan keramahan, dan persahabatan.

Karena itu sangat disarankan, ketika anda menelpon klien anda, tersenyumlah, supaya terasa lebih bersahabat, kecuali kalau memang anda menelpon untuk menegur atau marah2.

Ketika kita menggoda bayi, tanpa sadar pitch suara kita akan meninggi, yang menandakan hubungan sosial yang akrab. Sedangkan kalau kita mau terlihat "galak" dan "serius" maka tanpa sadar kita akan merendahkan suara kita.

Pada hewan, seperti anjing pun, terjadi hal yang sama, kalau mengajak bermain, maka suaranya akan meninggi, sebaliknya kalau mengancam, pitch suaranya akan merendah.

Pada lelaki tejadi perubahan suara dari tinggi menjadi rendah ketika melewati masa akil balik, menjadi dewasa, yang berarti menjadi lebih serius.

Menurut berita angin, Margaret Thatcher sebelum menjadi "Iron Lady" juga memakai pelatih untuk membuat suaranya menjadi lebih rendah, supaya terasa lebih serius. Bukan saja suara dapat dilatih, bahkan sekarang sudah ada operasi plastik untuk merubah suara menjadi lebih tinggi, supaya seseorang terdengar lebih bersahabat.

Jadi, salah satu sebab kita tersenyum adalah supaya suara kita tidak terasa mengancam dan menakutkan, supaya kita lebih mudah didekati. Secara naluri selanjutnya orang memahami senyum sebagai sebuah tanda "mudah didekati" dan "bersahabat".

Bila anda ingin terasa lebih "serius" maka rendahkan pitch suara anda, dan kalau ingin terdengar lebih bersahabat, silahkan meninggikan pitch suara anda, atau katakan dengan muka tersenyum. Selamat mencoba. Salam tersenyum.

sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/286/tersenyum/

Cerita Burung.


Ketika saya mau mengirimkan anak saya sekolah di Amerika beberapa tahun lalu, ada teman berkata; "Jangan Pak, ada teman famili saya yang anaknya disekolahkan di Amerika, ternyata tidak mau pulang, dan menikah dengan orang sana. Pas orang tuanya mengunjungi di Amerika, sangat tidak disukai sama anak dan menantunya, bahkan ketika mau pulang Indonesia, diberikan tagihan semua beaya menginap dan makan dirumah anaknya itu. Dia tidak ingat dulu siapa yang menyekolahkan dan berubah jadinya. Masak orang tuanya menginap dirumahnya ditagih. Kasihan pak, orang tuanya, uangnya habis, anak tidak berbakti lagi."

Tetapi kalau anda kejar cerita itu, tidak akan ditemukan siapa orang itu. Karena cerita ini adalah cerita bohong, dihembuskan oleh beberapa orang, dan tanpa sadar disebarluaskan kemana mana. Dalam berbagai versi cerita ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu, dan dipercaya orang sebagai kebenaran. Saya yakin cerita burung ini bohong, karena saya telah mendengar banyak kali sejak 25 tahun lalu, dan saya kenal watak dan sifat orang Amerika tidak seperti itu.

Dari bukunya Made To Stick, dijelaskan bahwa cerita yang melekat dibenak kita adalah cerita yang mengandung unsur SUCCES(S):

Simple = Mudah dimengerti dan diceritakan kembali. ( Anak sekolah di Amerika jadi "rusak" budayanya)
Unexpected = Tidak terduga. (Anak menagih orang tua yang menginap dirumahnya)
Concrete = Terasa seperti benar2. (Banyak anak ke Amerika tidak mau pulang dan bekerja disana)
Credible = Terpercaya. (Budaya barat dianggap selalu individualis sebagai kenyataan)
Emotional = Menggugah Emosi. (Orang tua selalu ketakutan anaknya jadi "rusak" disana)
Story = Cerita. (Dikemas dalam bentuk cerita)

Cerita yang dikemas dengan formula SUCCESs, mudah diingat orang, diceritakan kembali, dan merubah prilaku pendengarnya, ini disebut cerita yang "Stick", melekat.

Papan peluncur yang katanya ada "silet"nya, kursi bioskop ada jarum "aid", pencurian ginjal di Las Vegas, adanya pecahan kaca didalam permen2 Haloween, dan banyak cerita lainnya, dan cerita burung lainnya, sering dipercaya orang dan disebarluaskan.

Kita pun mesti belajar dari konsep ini untuk menggunakan "story" sebagai salah satu kekuatan kita membuat Word Of Mouth. Tentu dengan kebenaran, dan dengan tujuan baik menguatkan produk atau brand kita.

sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/287/cerita-burung/

Sungai Melupa


Sungai Melupa dan Sungai Pengingat.

Desa Chun King yang berpenduduk 606 keluarga adalah desa tua yang penuh keajaiban. Di desa itu penuh dengan cerita kebesaran kebanggaan masa lalu, dan cerita tragis duka nestapa masa lalu.

Kuil di ujung desa konon sangat diberkati, dan atas doa doa kaum pendeta tua disanalah, akhirnya desa itu diberi mujijat yang menakjubkan. Dua sungai yang melewati desa itu mempunyai kasiat ajaib.

"Sungai Melupa", akan membuat orang yang meminum airnya, melupakan apa saja masa lalunya. "Sungai Pengingat" akan membuat orang yang meminum airnya, mengingat semua masa lalunya.

Rakyat desa itu yang tidak dapat lagi menahan derita kehidupannya, akan meminum air dari sungai Melupa, dan tanpa beban masa lalu, ia akan mampu bertahan berjuang untuk kehidupannya. Rakyat yang sedang sedih dan membutuhkan semangat, dapat meminum dari sungat Pengingat, dan ia akan dapat mengingat kembali semua masa kejayaannya, hingga mempunyai semangat hidup yang lebih besar. Desa yang diberkati dengan dua sungai ajaib, membuat hidup rakyatnya menjadi jauh lebih baik.


Dalam kehidupan yang sebenarnya, otak kita telah memiliki kedua sungai itu, walaupun tidaklah tertuliskan dengan mantra mantra yang jelas. Kita bisa bertahan dan terus berjuang, juga karena kita mampu melupakan kedukaan kita, melupakan kegagalan kita, dan kepedihan kita. Karena orang yang sukses selalu memiliki kepedihan dan kesengsaraan masa lalunya.

Kitapun mampu untuk mengingat kembali masa2 sukses kita, masa jaya yang membanggakan dan memberi dorongan semangat untuk mau berperang lagi. Kesadaran ini membuat kita lebih kuat melewati hidup dan mampu berjuang lebih giat lagi.

Di sebuah perusahaan pun, perlu juga kita belajar melupakan masa lalu, atau mengingat masa lalu pada saat2 yang memang tepat dan dibutuhkan. Mekanisme ini harus ada dan dipakai untuk keuntungan dan kepentingan perusahaan.

Marilah kita kembali meneguk kedua air sungai ajaib tersebut, dan berjuang kembali besok, dengan sepenuh hati. Selamat berkarya.

sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/288/sungai-melupa/

"Innovation" vs "Copy and Twist"


Salah satu artikel di Harvard Business Review, edisi April 2010 adalah:

Imitation Is More Valuable Than Innovation.

Sangat beda dan mengintimidasi. Majalah bisnis paling bergengsi sedunia ini menemukan bahwa perusahaan dunia kurang "menghargai" peniruan.

Oded Shenkar secara sistematis mereview business model innovation dan terobosan produk dalam delapan disiplin ilmu dan akademis, dari sejarah sampai neuroscience. Ditemukan bahwa peniruan yang baik sangat berharga dan sangat sulit dilakukan.

Bila dilihat para pemain bisnis sukses, kita akan terkejut bahwa kebanyakan mereka meniru idea bisnis mereka dari tempat lain.

McDonald's meniru White Castle. Visa, Mastercard, American Express meniru Dinners Club. Pendiri Wall-Mart mengaku idea bisnisnya meniru Korvette. Apple iPod meniru Saehan MPman. Ternyata 97.8 persen dari keuntungan atas inovasi justru diterima oleh peniru.

Yang penting diamati adalah para peniru ini,bukan sekedar meniru, tetapi membuat tiruannya justru lebih hebat, lebih maju, lebih baik dari pada aslinya.Perbaikan, penyesuaian dan penyempurnaan adalah agenda peniru yang baik.

Shenkar sedang menulis buku baru
"Copycats: How Smart Companies Use Imitation to Gain a Strategic Edge"
yang akan terbit Juni 2010. Beliau menganggap perusahaan besar belum secara serius melalukan upaya - upaya peniruan yang sistematis.

Disekolah kita dilarang meniru, dimasyarakat kita dipermalukan kalau meniru. Akar perasaan ini membuat peniru merasa "kecil dan bersalah". Meniru secara membabi buta adalah kebodohan. Menirupun perlu sebuah kemahiran.

Saya sejak dulu percaya akan motto "Copy and Twist", meniru dan menyesuaikannya, sehingga menjadi sebuah "inovasi baru", yang lebih WOW and AHA (mencengangkan dan tepat guna). Inovasi tidak harus menghasilkan sesuatu yang semuanya serba baru. Hal yang baru dimata pelanggan mungkin adalah idea lama yang diberi baju baru.

Dalam setiap perjalanan kehidupan saya, saya mencoba melakukan observasi atas apa yang saya lihat dan alami. Bila ada idea yang bagus dan cemerlang, saya coba untuk melihat apa yang bisa saya kerjakan atas idea tersebut. Kadang tidak keluar idea apapun, tapi kadang muncul idea yang bisa dilakukan dengan sukses.

sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/289/quot-innovation-quot-vs-quot-copy-and-twist-quot/

Wiraswasta


Pada jaman yang semakin kompetitif ini, menjadi wiraswasta tidaklah semudah 25 tahun lalu. Persaingan semakin tajam, situasi ekonomi tidak mendukung, teknologi merubah gaya hidup semua orang. Pulangnya generasi muda dari kuliah di luar negeri, perubahan politik ekonomi Indonesia, dan semakin merebaknya Franchise model, membuat semakin sulitnya orang yang mau memulai bisnis baru dari nol. Setelah 24 tahun lebih menjadi "entrepreneur", saya mencoba berbagi beberapa pemikiran untuk teman2 yang baru memulai atau akan memulai bisnisnya sendiri.

1. Kesempatan adalah kunci utama. Opportunity is the key. Tangkaplah kesempatan yang sesuai dengan "Passion" anda, carilah kesempatan yang sesuai dengan kemampuan anda. Kesempatan jadi kunci utama, ketajaman orservasi dan kejernihan analisa dibutuhkan untuk memilih kesempatan yang ada.

2. Lakukan saja. Just Go Do It. Tindakan, eksekusi, action, pada saat awal dari sebuah bisnis kecil, jauh lebih penting dari strategi yang komplek. Kerjakan, perbaiki kalau salah, lakukan dengan lebih baik lagi, dan mengalir. Lupakan "rencana jangka panjang", perhatikan kelakuan anda hari ini, minggu ini. Perbaiki produk, layanan, dan sikap anda melayani pelanggan. Fokus pada tindakan. Kesalahan adalah hal lumrah, perbaiki secepatnya, dan lakukan lagi.

3. Jual, jual, jual. Selling is more important than Marketing. Menjual adalah kemampuan kunci yang harus ada pada setiap wiraswasta. Bakat alam atau pelatihan, tetap saja salesmanship adalah kunci utama pada pengembangan awal seorang entrepreneur. Word Of Mouth, referensi, dari mulut ke mulut (dari email ke facebook), adalah satu2nya marketing yang cocok. Iklan TV atau koran, sering terlalu mahal untuk kebanyakan wiraswasta baru. "Story" adalah senjata kuat untuk menebarkan "Core Talkable Difference" bisnis anda pada "Segmen Market" anda.

4. Carilah karyawan yang mencintai pekerjaannya dan percaya pada visi anda. Hire people who embrace your vision. Saat perusahaan masih kecil, kita tidak mampu mencari profesional yang mahal, maka penting untuk bisa memilih karyawan yang percaya dan cinta pada apa yang kita kerjakan. Kita membutuhkan skillset yang pas untuk setiap pekerjaan, tapi pada awal sebuah bisnis, kita butuh orang yang bisa "all round", bisa macam2, dan yang terpenting punya semangat dan optimisme dan keyakinan yang tinggi akan suksesnya bisnis kita.

5. Carilah teman, sahabat, network yang mendukung bisnis anda. Build good Network. Kenalilah orang kunci yang bisa mensupport bisnis anda, bentuk jaringan persahabatan yang tepat. Jangan hanya berharap dari mereka, tapi lakukan hal2 yang menguntungkan mereka. Jadikan mereka sahabat, jadikan mereka laskar bisnis anda.

6. Belajar, belajar, belajar. Learn, re-Learn and keep Learning. Semua pemula selalu punya banyak kesalahan, baik asumsi ataupun proses berbisnis. Belajar, dan perbaiki, dan lakukan lagi. Apalagi bila anda sukses, seribu peniru akan memasuki bisnis yang sama dengan anda. Belajar yang berkesinambungan, baik dari membaca, tanya orang, ikut seminar, internet, ataupun cara apapun lainnya, selalu akan menjadi kunci untuk memperkaya kemampuan bisnis kita, menjadi lebih kompetitif, lebih tajam, lebih hebat dalam berbisnis.

7. Menggapai Langit, Menginjak Bumi. Dream high, but keep your feet to the ground. Setiap bisnis dimulai dengan mimpi. Tetapi kita harus selalu ingat akan realitas, dan "menginjak bumi". Kerendahan hati dan tingginya mimpi harus diseimbangkan dalam melakukan bisnis. Peliharalah mimpi anda, hari yang menyakitkan dapat diobati dengan mimpi indah saat akan masuk tidur. Mimpi dan optimisme adalah obat kita menghadapi pahitnya awal bisnis.

8. Bertahanlah, awal bisnis selalu sulit. Try to Survive. Sementara semua buku bisnis mengajarkan "segmentation, targeting, positioning, branding, differentiation" dan seterusnya, kita bertahan pada hari ini makan apa, besok jual apa, dan bagaimana membayar tagihan listrik ini. Data amerika: 51 persen bisnis tidak bertahan dalam 5 tahun pertamanya, itupun termasuk franchise dan bisnis kedua atau ketiga dari orang yang sudah sukses. Saya kira buat pengusaha awal hanya 1 dari 5 pebisnis awal yang mampu mempertahankan bisnisnya pada 3 tahun pertama. Penghematan pengeluaran, fleksibilitas untuk berkompromi, merubah arah bila tidak tepat, dan keteguhan untuk terus berjalan, adalah hal2 yang akan membuat kita mampu bertahan pada awal bisnis kita.

9. Selalu optimis dan bersikap positip. Positive Thinking and Opimism. Kemampuan kita merangkul kesulitan, menghadapai kepahitan, menerima kegagalan sementara dengan dada terbuka, serta selalu optimis bahwa kita bisa dan besok adalah hari yang lebih cerah adalah hal yang penting. Pandangan bahwa sukses hanya tinggal ditikungan jalan depan, menjadikan perjalanan kita lebih dapat ditolelir, lebih mampu kita lewati, betatapun sulitnya. Terbukalah akan setiap kesempatan, dan siaplah akan segala malapetaka. Jangan pernah putus asa.

10. Mengharap keberuntungan. Expect Luck. Betapapun tidak percayanya kita pada faktor tersebut, tetap saja faktor "x" ini menjadi salah satu kunci penting sukses tidaknya bisnis anda. Timing yang pas, kenal orang yang tepat, kebetulan yang tidak terduga, dan banyak hal yang tidak kita perkirakan bisa membuat bisnis kita menjadi jauh lebih sukses atau jauh lebih buruk dari rencana semula.

Itulah 10 hal yang saya anggap penting dalam memulai bisnis baru. Tentu, doa dan keyakinan anda pada Agama masing2 menjadi kunci spiritual dan emotional yang penting, bahkan saya yakin banyak yang akan menganggap hal tersebut adalah nomor satu dalam kehidupan bisnisnya.

Catatan ini saya buat untuk jenis bisnis baru kecil yang dimulai dari awal, bukan untuk para "franchisee" dan bukan untuk bisnis besar yang membutuhkan 10 Milliard Rupiah atau lebih untuk memulainya. Pada jenis Franchise dibutuhkan keteguhan mengikuti aturan main franchisornya, dan untuk bisnis besar dibutuhkan "Business Plan" yang lebih detail.

Setiap pemimpin atau wiraswasta membutuhkan kemampuan teknis, kemampuan analisa dengan ketepatan keputusan, dan kemampuan emotional dalam mengembangkan bisnisnya. Membutuhkan knowlgde, skill dan attitude yang pas. Ada banyak buku, video, semiar, pendidikan pendek dan panjang yang akan mempertajam kemampuan kita dalam berbisnis, saya hanya mencoba mengawali 10 hal yang saya anggap penting dalam memulai bisnis baru. Selamat berbisnis, salam sukses selalu.

sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/290/wiraswasta/

WORLDVIEW


Sudut pandang, perspective, worldview.

Mengapa nomor 13 dianggap sial disini, sehingga hotelpun tanpa lantai 13, sedangkan di China tidak ada lantai 4 karena dianggap sial? Mana yang lebih sial: 13 atau 4? Mengapa ada yang tidak makan daging sapi, ada yang tidak makan daging babi, ada yang tidak makan burung dara, ada yang tidak makan daging katak, sementara yang lain justru menganggap itu makanan paling lezat? Siapa yang salah? Siapa yang benar?

Setiap orang mempunya latar belakang, pemahaman, dan kepercayaan yang berbeda, hal ini membentuk bagaimana kita "memandang" dunia ini. Ada yang menganggap menggugurkan kandungan adalah dosa, walaupun tahu bahwa kalaupun lahir anak tersebut akan cacat dan jiwa sang ibu terancam. Ada yang menganggap lebih baik "bunuh diri" dari pada kesakitan yang tidak dapat diringankan walaupun memakai morfin karena cancer yang sudah stadium empat dan tidak punya harapan sama sekali, ada yang menganggap "euthanasia" itu tetap adalah "dosa". Kita semua berbeda karena sudut pandang kita beda.

"Worldview" (cara melihat dunia) kita berbeda, sudut pandang kita lain, perspective kita tidak sama. Kita semua berbeda. Anak seorang dokter gigi dengan sendirinya sejak kecil menganggap profesi sang ayah luar biasa, dan menjadi panutannya, sehingga banyak yang mengikuti jejak sang ayah. Kesamaan profesi anak ayah adalah karena dua hal, penularan dari sisi kemampuan (anak pedagang tiap hari melihat orangtuanya berbisnis), dan dari sudut pandang (anak pedagang menganggap menjadi pedagang itu sebuah pekerjaan asik yang keren).

Orang tua menganggap anak muda dengan memakai 5 anting2 di telinga bibir hidung lidah adalah sebuah hal yang memalukan, sementara anak muda menganggapnya "cool", keren. Ada yang menganggap facebook adalah sarana belajar yang berguna, ada yang menganggap pemborosan waktu sia2, dan ada yang menganggap ini "dosa".

Apa "worldview" anda? Kalau anda menganggap "kerja" adalah sebuah "kewajiban", tentu akan berbeda dengan kalau anda menganggap "kerja" itu "kenikmatan". Sikap anda akan beda, cara berpikir akan beda, semangat akan beda, dan hasil kerja akan beda.

Apakah anda menganggap kegagalan sebagai hukuman, ataukan sebagai pembelajaran untuk menjadi lebih baik? Apakah anda menganggap seluruh hidup anda adalah sebuah kepedihan, luka, dan malapetaka? Ataukah anda menganggap ini adalah anugerah, berkah, dan tantangan untuk menjadi manusia lebih baik? Sebuah sudut pandang yang tepat akan membuat anda menjadi mau bekerja lebih keras, merasa lebih bahagia, dan bersikap optimistik terhadap apapun yang kita lakukan.

Sering kita terbelengu pada worldview yang salah, dan tidak mampu melepaskan diri, karena kita menganggap apa yang kita yakini adalah satu2nya kebenaran yang ada. Sebuah pemahaman dan kesadaran akan hal ini, dan sebuah keberanian untuk melakukan terobosan, dan memilih "worldview" mana yang paling berguna, akan membuat kita mampu menjadi lebih baik dalam hidup ini. Apa worldview anda terhadap kerja, dan kehidupan? Bukankah sudah waktunya membentuk worldview yang menguntungkan anda? Salam Sukses Selalu.

sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/291/worldview/

Pekerjaan Paling Punya Kemungkinan Sukses


Pekerjaan Paling Punya Kemungkinan Sukses.

Seorang teman bertanya: "Pekerjaan apa yang paling baik untuk ditekuni pada jaman ini supaya bisa sukses besar?" Pertanyaan mudah, yang jawabnya susah.

Nah, saya menjawab petanyaan teman itu dengan kalimat: "Pelajari hal2 yang sulit dilakukan, yang berbeda dengan orang lain, dan memberi nilai lebih atau sangat berguna bagi banyak orang."

Dalam pemikiran yang lebih dalam, memang ada 3 karakter pekerjaan masa depan yang punya kemungkinan sukses besar:

  1. Yang sulit dilakukan. Jaman ini adalah jaman mudah, semua orang mau yang mudah, mau yang instant, dapat dipelajari dengan cepat, tanpa peluh dan jernih payah. Nah, karena semua mau yang mudah, belajarlah hal2 yang sulit, yang hanya segelintir orang yang bisa, karena sulitnya. Semakin sulit semakin baik, tidak banyak kompetisi, dan susah ditiru orang lain.
  2. Yang beda dengan orang lain. Kemampuan kita semua hampir sama, jurusan laku dikampus terlalu banyak yang ahli. Pelajari hal yang aneh, unik, authentic, dan khas dengan diri anda. Jangan mau sekedar sama dengan enam ratus ribu orang lain.
  3. Yang memberi "value" bagi orang lain. Sekedar aneh dan sulit, tapi tidak punya manfaat, akan tidak berguna juga dalam persaingan usaha. Mengamati trend yang sedang ada, memantau hal2 yang banyak laku, melihat masa depan akan seperti apa, dan kita mempelajari hal2 yang memberi nilai tambah buat calon "pelanggan" kita.

Tapi sebenarnya apa, tentu sangat bergantung pada kemampuan tiap orang, bakat masing2, passion, kesempatan, dan trend yang berjalan, serta faktor2 lain yang sering tidak kelihatan saat ini.

sumber :http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/293/pekerjaan-paling-punya-kemungkinan-sukses/

Burung


Seorang pemburu berhasil menangkap seekor burung. Sang burung berkata kepada pemburu: "Lepaskan aku, dan akan kuberikan 3 nasihat kepadamu." Sang pemburu ragu2, tapi akhirnya setuju juga untuk melepaskan sang burung untuk ditukar dengan 3 nasihat.

Ketika dilepas, sang burung memberikan nasihat pertamanya: "Relakan apa yang telah terlepas dari tanganmu, betapapun berharganya hal itu." Pemburu berpikir sejenak, dan merasa nasehat ini berguna untuk dirinya dalam menjalani hidup yang tidak menentu ini.

Sang burung terbang menjauh dan memberi nasihat kedua: "Janganlah terlalu percaya pada hal2 yang terlalu baik dan tidak masuk akal sehat." Pemburu merasa menarik juga nasihat ini, dan baik untuk kehidupannya. Dia tersenyum dan merasa senang telah menukar sang burung dengan nasihat2 bijak ini.

Sang burung terbang keatas pohon dan berkata: "Pemburu bodoh, sebenarnya ada harta kekayaan berlimpah padaku, didadaku ada dua permata besar yang sangat berharga, kalau saja kau bunuh aku, dan kau jual permata ini, kau akan menjadi orang yang sangat kaya raya." Sang pemburu sangat marah, dan sangat menyesal telah melepaskan sang burung. Ingin dia mengejar lagi dan menangkap lagi sang burung, tetapi pohon itu terlalu tinggi dan terlalu jauh darinya.

Sambil menekan amarah dan rasa sesalnya sang pemburu berkata: "Ayo berikan nasihatmu yang ketiga." Sang burung pun berkata: "Ah betapa tololnya kamu, baru saja kuberikan dua nasihat berharga, telah kau abaikan keduanya. Lihatlah dirimu sendiri, kaulepaskan diriku, dan masih kau sesali pula, dan masih juga kau percaya pada hal2 yang diluar akal sehat. Inilah nasehatku ketiga: Janganlah hidup dengan bodoh. Gunakan akal pikiranmu. Semoga hidupmu lebih baik." Dan sang burungpun terbang pergi meninggalkan sang pemburu yang termangu.
sumber :
http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/301/burung/

Yang Keluar Dari Mulut


Para periset dari Wake Forest University, the University of Nebraska, dan Washington University melakukan riset terhadap mahasiswa yang diminta menilai teman2nya. Didapatkan bahwa orang yang menilai teman2nya secara negatip, ternyata adalah orang2 yang mempunyai kepribadian negatip juga. Sedangkan orang yang menganggap orang lain selalu positip, memiliki personality yang baik dan disukai banyak orang. Orang positip ini memiliki tingkat kepuasan yang lebih, tidak tertekan, bahkan punya nilai akademis rata2 yang lebih baik.

Ketika kawan anda menceritakan orang lain, apa yang dikatakannya: hal yang negatip atau positip? Gossip, makian, dengki, amarah, ataukan pujian, syukur, damai, kagum, yang mengalir keluar dari mulutnya? Hal ini ternyata mengurai karakter dan jiwa orang itu sendiri, dan menjadi cermin apa yang ada didalam dirinya.

Orang2 yang selalu negatip terhadap kehidupan, biasanya tidak mudah bersosialisasi, tidak setuju terhadap apa saja, penuh kritik, dan narsis berlebihan. Dan ternyata sifat2 ini tidak mudah berubah. Riset yang sama pada orang yang sama setahun kemudian mengungkapkan kesamaan hasil, yang membuktikan orang2 tidak berubah dari watak asalnya bersama jalannya waktu.

Maka amatilah orang2 yang selalu mengatakan hal yang positip tentang orang lain, kejadian lain, pekerjaan, keadaan negeri, dan apa saja, kepada anda. Orang2 ini biasanya percaya pada orang lain, bersikap manis, mengatakan hal2 positip dengan tulus, dan memiliki emosi yang stabil. Berteman dan bersahabatlah dengan orang2 demikian, karena selain ini menularkan optimisme kepada anda, orang2 ini juga yang mempunya kemungkinan sukses lebih besar daripada yang negatip.

Jadi perhatikan ?apa yang keluar dari mulutnya?, tertuama ketika dia bercerita tentang orang lain kepada anda, karena dari sana sebenarnya sudah dapat dilihat apakah dia orang yang menyenangkan atau menyebalkan. Hitung kalimat piostip, dan hitung kalimat negatip yang keluar dalam sehari, dan bandingkan mana yang lebih banyak. Kalimat netral tidak diperhitungkan. Semakin banyak positipnya, maka semakin menyenangkan anda, semakin mudah sukses, dan semakin bahagia kehidupannya.

Bagi yang memiliki kebiasaan negatip dan ingin berubah, ternyata kebiasaan dan sifat2 ini memang masih bisa dirubah. Tapi sangat tidak mudah merubahnya. Psychologist Phillippa Lally dari University College London, meminta 96 mahasiswa untuk membentuk kebiasaan, misalkan minum dua gelas air sebelum makan siang, dan mendapatkan bahwa perubahan itu cukup sulit dan baru terbentuk setelah berbulan bulan. Kelupaan sehari dua hari tidak menjadi masalah, asalkan mau meneruskannya. Jadi kebiasaan baru yang baik bisa dibentuk, dengan keyakinan dan upaya yang keras.

Mulailah dengan mengucapkan kata2 yang yang positip, memuji, menghargai, dan mensyukuri kehidupan dengan tulus. Bukan hanya tentang orang lain saja, tapi juga tentang pekerjaan, tentang kehidupan, bahkan tentang kucing tetangga yang nakal. Salam positip.

sumber :
http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/300/yang-keluar-dari-mulut/

Tolstoy


Penulis Rusia yang hebat, Leo Tolstoy, pada suatu hari berjalan jalan, dan merasa kasihan pada seorang pengemis. Maka dia berhenti, dan ingin memberi uang kepada si pengemis. Ketika dia merogoh kantongnya, baru disadarinya dia tidak membawa uang.

Maka dijabatnya tangan si pengemis sambil berkata: "Saudaraku jangan marah, maafkan aku, hari ini aku tidak membawa uang." Si pengemis tiba2 matanya berbinar binar, dengan syukur dan penuh kebahagiaan dia berkata: " Aku tidak mungkin marah, perkataanmu telah merupakan penghargaan yang terbesar yang aku pernah rasakan selama ini."

Leo Tolstoy memang tidak memberi uang, tapi dia telah mengembalikan harga diri sorang pengemis yang biasanya selalu di rendahkan masyarakat. Dan nilai kata2 satu kalimat Tolstoy telah memberikan nilai yang jauh lebih besar dari uang yang bisa diberikan kepada pengemis.

Setiap manusia, apapun latar belakangnya, mempunyai kesamaan yang mendasar. Semuanya ingin dipuji, ingin diakui, ingin dihargai, ingin didengarkan, dan ingin dihormati.

Tidak peduli dia adalah pengemis, ataupun pebisnis, ataupun pengusaha kaya, selalu mempunya ego dan keinginan yang sangat manusiawi ini. Dan rahasia sederhana ini pasti akan meningkatkan kemampuan anda dalam berhubungan dengan siapapun didalam network anda.

Kita harus belajar melihat siapapun sebagai manusia yang mempunyai kelebihan sendiri dendiri. Kita harus mampu menghargai orang lain, dari dalam hati kecil kita. Tulus menganggap orang lain setara, atau bahkan lebih dari kita. Dengan demikian maka segala urusan komunikasi akan selesai dengan sendirinya. Dan anda akan lebih mudah mencapai sukses anda. 
 
sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/299/tolstoy/

Perubahan jaman


Jaman baru.

Dijaman dulu, orang menciptakan kapak untuk menebang pohon, tombak untuk memburu binatang yang akan dimakan, pisau untuk memudahkan memotong binatang. Semua fokus penemuan adalah perpanjangan "fisik" kita. Dapat menumbangkan pohong yang dulunya belum bisa, sekarang bisa. Memburu binatang dengan lebih mudah. Perpanjangan tangan dan kaki kita. Begitupun penemuan sepeda, untuk menggantikan kaki yang berjalan jauh melelahkan. Panah, pisau, meriam, mobil, kapal, semuanya adalah ekstensi "physical need" kita. Hubungan external diri kita ke alam.

Dijaman sekarang kita memiliki handphone yang bisa konek ke teman di Jerman dengan langsung, konek dengan 500 teman lain dengan facebook, memahami informasi yang kalau dicetak bisa sepuluh gudang dan dilipat dimasukkan dalam harddisk kita. Kebutuhan untuk membuat laporan keuangan dengan cepat dalam proses komputer. Semua ini adalah perpanjangan "mental" kita, Hubungan internal diri kita dengan dunia luar. Bukan kebutuhan fisik lagi.

Perubahan ini membuat orang yang kuat seperti Hercules dulu sangat berharga, sekarang orang genius seperti Steve Jobs yang sukses. Dari fisikal ke mental. Perubahan dari kebutuhan fisik eksternal kita, menjadi kebutuhan mental internal kita.

Perubahan lain adalah dari ukuran atau fisik, menuju nilai. Dulu yang hebat adalah Piramida Mesir, Great Wall China, sekarang menuju pada penemuan DNA, google, amazon, facebook, Wall Streen, saham, yang tidak kelihatan fisiknya. Ukuran besar bukan lagi menjadi hal terpenting. Kekuatan mata uang dollar, yang bukan lagi fisik, menjadi kekuatan terbesar dunia. Dari ukuran dan kemegahan, menjadi nilai.

Dari simple, menjadi kompleks. Dulu samurai adalah senjata sederhana yang terhebat, sekarang bomb bisa dalam bentuk apa saja dengan kemampuan membunuh beribu kali lipat. Segala hal baru adalah kompleks. Jaman batu membuat alat pembuhuh hewan dari lempengan batu, dikerjakan satu orang. Sekarang sebuah ?mouse? computer dikerjakan oleh komplkesitas puluhan/ratusan pabrik (penimba minyak supaya jadi plastik, pembuat per, teknologi digital dan seterusnya).

Dijaman kerajaan Romawi, konon Raja memiliki 650 tukang masak untuk menyiapkan makanan kerajaan. Sekarang ketika anda pesan di Mc Donald, satu hamburger adalah kombinasi karya jauh lebih dari 650 orang diseluruh dunia. Kompleks, tapi kelihatannya sederhana, dan tetap relatip murah.

Perubahan jaman membuat perpanjangan tubuh menjadi perpanjangan mental, besar menjadi nilai, dan simple menjadi kompleks. Yang terpenting menciptakan produk atau service yang mempunyai nilai besar, sulit dan kompleks, dan lebih memuhi kebutuhan mental kita.

Dan untuk menjadi sukses dijaman ini, kembali pada formula : Sulit, Langka, Berguna. Buatlah kompetensi anda untuk mengerjakan hal2 yang sulit, langka, dan memberi value besar bagi banyak orang. Selamat menikmati jaman baru. Salam sukses untuk anda.

sumber :
http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/298/perubahan-jaman/

Sudut Pandang


Beberapa tahun silam, dikota Monza, Italy, ada larangan memelihar ikan mas didalam kaca bulat. Alasannya adalah karena ini dianggap sebuah kekejaman: sang ikan akan memandang dunia luar dengan padangan yang salah, karena semua akan nampak lebih besar dari realitas.

Dijaman dulu, pada tahun 150 (hampir 2000 tahun silam), semua orang percaya pemahaman The Ptolemaic Universe, bumi adalah pusat alam semesta, dan matahari rembulan mengelilingi bumi ini. Pemahaman ini dianut sampai tahun 1543, ketika Copernicus menerbitkan teori bahwa mataharilah yang diam dan bumi serta yang lain mengelilinginya.

Pada tahun 1633 Galileo dihukum oleh Gereja karena dianggap melawan ajaran kitab suci, dan mendukung ajaran Copernicus yang menyebutkan bumi itu mengitari matahari. (Buku Copernicus baru diterbitkan setelah dia meninggal dunia, untuk menghidari tuntutan Gereja). Galileo dihukum tahanan rumah seumur hidupnya, yang katanya saat menjelang matinya masih saja bergumam "Tapi bumi itu berputar". Hanya setelah pada tahun 1992 lah Gereja mengakui telah salah mendakwa Galileo.

Mundur kebelakang lagi, kita akan dihadapkan pada mitos kaum Viking, yang menganggap gerhana itu adalah karena serigala sakti menelan matahari atau rembulan. Sehingga orang2 Viking akan menabuh genderang dan membuat suara suara bising lainnya, supaya serigala mau segera melepas sang matahari. Sebuah versi lain Hanoman.

Sebenarnya realitas itu apa? Apakah yang kita tahu ini semuanya "benar"? Mungkin jugakah kita hidup di dunia "Matrix", bahwa semua ini sebenarnya fatamorgana? Mungkin jugakah kita sebenarnya ikan mas pada akuarium bulat yang membuat kita salah melihat dunia luar? Realitas dibentuk oleh keyakinan kita, yang bisa sangat salah.

Menurut riset, kalau kita memakai kacamata yang bisa membalik apa yang kita lihat, sehingga semua yang kita lihat terbalik, jadi langit dan atap rumah dibawah, maka setelah sesaat otak kita akan membaliknya dan kita akan merasa seperti melihat normal. Dan ketika kacamata itu dilepas kita malah melihat semuanya terbalik untuk beberapa saat.

Pemahaman wanita cantikpun berbeda, ada yang punya sudut pandang leher dipanjangkan itu cantik, ada yang mengatakan kaki diikat menjadi kecil itu cantik, atau telinga dipanjangkan barulah cantik.

Sudut pandang kita akan kehidupan dibentuk oleh pemikiran kita akan dunia luar, sebuah "worldview" yang terbentuk oleh keadaan, pembelajaran, dan lingkungan. Memahami ini, sebenarnya kita dapat "membentuk" sudut pandang yang lebih "menguntungkan" untuk diri kita sendiri.

Kalau kita beranggapan bahwa "Kerja itu ibadah", maka kita akan lebih rela dan mau untuk melakukannya dengan sebaik baiknya. Kalau kita menganggap bahwa prilaku yang baik akan mendapat imbalan, "karma pala", maka prilaku kita akan menjadi teladan yang baik.

Kalau kita menganggap sekolah itu tidak berguna, maka tidak mungkin kita mau kuliah terus. Sebaliknya, kalau kita yakin bahwa kita akan lebih sukses kalau selalu mau belajar dan memperbaiki diri, kita akan rela dan mau belajar terus, sehingga sukses akan lebih mungkin dicapai. Marilah memanfaatkan pemahaman ini untuk kemajuan dan kesuksesan kita sendiri. 
 
sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/297/sudut-pandang/

Rekening Emosi


Dua posting saya pada facebook mendapat tanggapan menarik yang beragam:

Kehidupan sebenarnya seperti cermin. Ketika kita berbuat baik untuk orang lain, orang2 akan berbuat baik kepada kita.

Mengapa kadang kita sangat mudah memaafkan si A, dan selalu membelanya bila ada yang mengkritik. Sebaliknya kita mudah sekali marah pada si B hanya karena kesalahan yang kecil saja, dan selalu memandang dari sisi negatipnya

Setiap orang, didalam hatinya, memiliki rekening emosi atas nama teman, dan semua orang yang dikenalnya. Ketika si A berbuat baik pada saya, saya catat nilai positip pada rekeningnya. Ketika si A berbuat baik pada anak buahnya, saya melihat dan mencatat lagi pada rekeningnya. Perbuatan baik berkali kali, baik kepada saya ataupun pada orang lain yang saya tahu, membuat rekening positipnya menumpuk. Sehingga suatu saat dia lepas janji pada saya, maka saya anggap dia lalai tanpa sengaja dan langsung saya maafkan, karena dia punya banyak sekali tabungan positip pada rekeningnya.

Sebaliknya, orang yang anda anggap egois, sering berkelakuan buruk pada anda, ataupun pada orang lain, anda catat nilai negatip pada rekeningnya. Ketika dia memaki pembantunya, memukul anjingnya, anda catat karakter orang ini dengan nilai negatip terus. Sehingga walaupun dia sudah berbuat sedikit kebaikan pada anda, tetap saja anda tidak menyukainya, karena negatipnya jauh melebihi positipnya.

Kalau anda dicatat selalu positip pada orang sekeliling anda, maka jalan anda adalah jalan nikmat yang berbentang rumput hijau. Karena apapun yang anda lakukan akan lebih dinilai secara positip oleh orang lain. Sebaliknya kalau anda dicatat berrekening negatip dimana mana, jalan anda adalah jalan penuh kerikil tajam dan pecahan kaca, yang harus anda lalui dengan telanjang kaki. Sedikit salah saja, bisa jadi membuat anda luka dan berdarah darah.

Contoh sederhana kehidupan adalah ketika orang yang dianggap baik berkata sinis, katanya lucu, kalau yang "mbencekno" berkata sinis, dibilang memang orang jahat sesat. Itulah manfaatnya rekening emosi yang positip pada banyak orang.

Dengan rekening positip yang banyak, anda akan ditolong orang saat kesusahan, dibantu saat berbisnis, dibeli walau harga agak mahal, direferensikan ke mana mana.

Maka, marilah kita berbuat baik, menolong orang, dan berprilaku yang menghasilkan rekening emosi positip pada orang2 disekeliling kita, karena hal itu akan membawa kemudahan luar biasa dalam kita mencapai mimpi dan kesuksesan kita. 
 
sumber :
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/296/rekening-emosi/

Manfaat Mengenang Masa Lalu

Nostalgia: a sentimental yearning for the past, consist of particular intense, complex and vivid memories. Nostalgia can improves people’s moods and promote a sense of social integration in people who are sad or feel alone. It is a sign of emotional well being.

Facebook memacu reuni. Reuni, merupakan salah satu stimulus nostalgia masa lalu. Apa manfaatnya? Kalau networking jelas berguna untuk bisnis dan kesuksesan diri, tapi “nostalgia”nya apakah berguna?

Ketika kita menikmati dan membayangkan masa lalu, baik saat masih SMA, saat sukses jadi pemenang lomba foto, enaknya kuwe buatan nenek, asiknya Disney, atau ketika tour ke Milan, maka kita bernostalgia. Dalam sebuah survey pada 2006 di Inggris, 79 persen dari 172 mahasiwa ber”nostalgia” setidaknya sekali seminggu. 16 persen melakukannya setiap hari.�

Kata Nostalgia, dari bahasa Yunani “Nostos” (= return, kembali), dan “Algos” (=pain, kesusahan), artinya menderita kesusahan karena ingin kembali ke suatu tempat, waktu, atau kejadian masa lalu. Dulu nostalgia dianggap sesuatu yang negatip, bahkan sebagai penyakit. Riset tentang nostalgia baru dilakukan 30 tahun terakhir yang menghasilkan kesimpulan yang menarik.

Nostalgia mempunyai fungsi khusus untuk otak kita: meningkatkan mood kita, mempertinggi keyakinan diri, dan menguatkan hubungan sosial. Secara umum nostalgia akan membawa dampak psikologis yang baik. Kebanyakan orang mengasosiasikan nostalgia dengan perasaan hangat, jaman dulu, masa kecil, yang memercikkan kebahagiaan.

Nostalgia memacu perasaaan sosial kita ketika sedih dan sendiri, dan melindungi pikiran kita dari kegelapan pikiran dan dentaman psikologis yang buruk masa mendatang. Sebuah nutrisi terhadap kegelapan dan kesengsaraan masa kini dan vitamin jiwa masa depan.

Ada berbagai macam triggers yang bisa membuat kita bernostalgia: reuni, barang2 tertentu, suatu lagu, bahkan bau makanan tertentu. Semua yang dapat ditangkap panca indera kita berpotensi menjadi triggers. Percobaan di Inggris menunjukkan bahwa orang lebih sering bernostalgia ketika dia sedih, dan selalu yang diingat adalah hal2 yang positip. Hal ini menunjukkan nostalgia lebih sering membangkitkan emosi positip saat susah.

Bentuk “cerita” yang paling sering di nostalgiakan: tentang diri sendiri; fokus pada hubungan antar manusia; dan menyangkut orang lain. Umumnya adalah cerita tentang kesusahan masa lalu yang pelahan dapat diatasi sehingga menjadi baik. Seperti kesulitan mencari pelanggan bisnis dan harus bangun jam 4 pagi setiap hari pada awal bisnis yang berakhir dengan sukses.

Percobaan di Inggris dan di China, membuktikan nostalgia memberikan rasa hangat dan keyakinan diri bahwa kita akan disupport oleh teman dan keluarga. Ada 3 hal pasti yang dikuatkan dengan nostalgia: kemampuan dalam membangun hubungan dengan orang lain; kemampuan empati dan membuka hati; dan kerelaan memberi suport emosi pada orang lain.

Kita tahu, untuk orang tua, orang sakit, dan orang2 sengsara, jelas nostalgia membantu memberikan semangat hidup dan kebahagiaan. Tetapi jarang kita sadar bahwa nostalgia ternyata sangat berguna juga untuk orang muda, sehat, dan sukses. Nostalgia, asalkan tidak berlebihan, akan memberikan dampak positip pada kehidupan kita. Selamat bernostalgia.

“To be able to look back on one’s past life with satisfaction is to live twice” –Marcus Valerius Martial.

Hitam Putih dan Abu - Abu

 Amy memandang kedua amplop yang ditunggunya dengan bimbang. Dia telah interview di banyak tempat dan ada 2 pekerjaan paling menarik yang diinginkannya, dan keduanya menerimanya.

Satu pekerjaan di kota Surgana, dimana pekerjaannya sebagai kepala devisi sebuah rumah ibadah terbesar disana. Bayaran tinggi dan sangat memadai. Tapi di kota Surgana ini jauh dari mana2 dan disana yang ada hanyalah segala hal yang “baik-baik” saja. Hiburan yang ada adalah musik rohani, toko2 pun semuanya santun dan baik. Orangnya semua jujur, dan tidak ada kejahatan sama sekali.


Kota yang steril dari keburukan umat manusia. Bahkan bioskop pun dianggap sebuah pelanggaran dan tidak ada lagi disana, apalagi tempat minum bir atau cafe. Semua toko tutup jam 5 sore, dan semua penduduk pulang kerumah dengan keluarga. DVD bajakan adalah dosa, tidak ada orang memaki sama sekali, dijalan raya kendaraan semua berjalan pelahan, dan semua manusia saling menghormati dan mengalah. Internet telah diblokir tidak terhubung dengan dunia luar sama sekali. TV hanya berisi acara rohani. Tidak ada kebebasan berpendapat. Pakaian bikini adalah tabu, semua muka wanita ditutup tersisa matanya saja. Komik Superman dianggap merusak moral anak muda, yang ada hanyalah buku2 rohani dan pendidikan budi pekerti.

Satunya di kota Nurkana, sebagai kepala keuangan sebuah restoran yang terkenal. Bayaran tinggi dan sangat memadai. Nurkana kota dosa, Las Vegasnya bumi sebelah sini. Minuman alkohol macam apapun mudah didapat. Pelacuran adalah legal. Judi itu sebuah bisnis. Nonton filem dan show terbarupun selalu tersedia. Dulu, Michael Jackson pun pernah show disini. Kejahatan dan penipuan juga ada dan bahkan pernah terjadi pembunuhan pembantaian sekeluarga. Keamanan telah meningkat banyak, dan polisi patroli dengan rutin. Kota ini memberikan hak sepenuhnya pada masing2 penduduknya, perkawinan sesama jenis sekspun telah di ijinkan pemerintah. Bahkan hukum euthanasia pun telah diijinkan. Setiap warganya berhak memilih apa yang dia mau, hal2 yang baik banyak, yang busukpun banyak.

Amy adalah seorang gadis yang baik, dia suka ketempat ibadah dan bernyanyi di panduan suara, tapi dia suka juga kadang2 nonton bioskop, liat DVD bajakan, bahkan minum “long island tea” pun ok asal tidak terus2an dan tidak sampai mabok. Kini dia bingung harus memilih pekerjaan yang mana, dan keputusan harus diambil hari ini juga.

*** Moral dilema manusia, kita hidup dalam kebenaran yang tidak pernah absolut, kadang kita inginkan semuanya putih, dan tidak mau yang hitam. Bagaimana dengan kemanusiaan kita yang abu abu, karena hidup sebenarnya adalah sedikit hitam, sedikit putih, dan hamparan sejuta abu2.

Kurcaci dan Peramal

Seorang kurcaci duduk di depan pintu rumahnya. Ia terlihat murung dan lesu. Tak lama kamudian, lewatlah seorang peramal. Peramal itu kasihan melihat si kurcaci dan menegurnya, “Mengapa engkau terduduk lesu wahai kurcaci?” Si kurcaci menjawab dengan sedih, “Aku ini makhluk paling malang di seluruh Fairland. Sudah seminggu ini aku berjualan jamur, tak ada seorangpun yang mau membeli!”

Mendengar hal itu si Peramal membuka buku ramalannya, lalu terpekik dengan gembira, “Wah hentikanlah wajah murungmu itu nak! Besok adalah hari keberuntunganmu. Kau akan memperoleh untung besar!” Lalu si Peramal mengucapkan mantra untuk mengikat keberuntungan si Kurcaci. Mendengar hal ini si Kurcaci menjadi bersemangat. Ia mempersiapkan jamurnya dan membersihkan kiosnya dengan sangat teliti malam itu.

Esoknya di pasar Fairland, si Kurcaci dengan semangat menawarkan jamur – jamurnya. Melihat semangat dan senyum si Kurcaci, penduduk pun berdatangan dan memberli jamurnya. Si Kurcaci bahagia sekali! Sorenya ia pulang ke rumah dengan puas dan berujar, “Aku beruntung sekali hari ini. Berkat mantra dari si Peramal, hari keberuntunganku berjalan dengan baik.” Lalu ia menyiapkan lagi jamur – jamur untuk dijual besok. Sebelum tidur,terbersit pemikiran di benaknya, “Bagaimana jika keberuntunganku sudah habis ya? Kan hari keberuntunganku sudah berlalu….”

Esoknya, benarlah pemikiran si kurcaci. Jamurnya tak tersentuh sama sekali, kendati ia telah berteriak – teriak menawarkannya. Si Kurcaci yang sedih segera mencari sang Peramal. Ia bermaksud untuk meminta mantra pengikat keberuntungan. Berjalanlah ia hingga larut malam ke pondok si peramal.

Sesampainya di pondok Peramal, ia mengetuk pintu dan menemui si Peramal seraya menceritakan pengalamannya. Ia juga minta agar Peramal mau mengajarkan mantra pengikat keberuntungan. Mendengar hal ini si Peramal hanya tersenyum dan berkata, “Nak, sesungguhnya aku tak mempunyai sihir atau mantra seperti yang kau minta.” Si Kurcaci sangat terkejut! “Lalu apa yang kau lakukan hari itu hingga membuat hariku sangat beruntung?” tanya kurcaci.

“Aku tidak melakukan apapun. Engkaulah yang membuat harimu beruntung. Ketika aku mengatakan ramalan baik dan mengucapkan mantra, hatimu menjadi ringan dan terhibur. Senyummu menjadi indah dan suaramu enak didengar. Itulah yang membuat harimu cerah dan penuh keberuntungan. Lihatlah dirimu saat ini! Wajahmu cemberut, senyummu terpaksa, dan nada suaramu terdengar tajam. Keraguan menyelinap di hatimu dan mengacaukan semuanya. Tidak ada mantra ataupun sihir yang bisa mengubah harimu, Nak. Dirimulah satu – satunya yang menentukan baik atau buruknya hari itu.”


sumber ;
 http://www.tanadisantoso.com/v6/business-wisdom-detail/5208122013032538/kurcaci-dan-peramal/